Nanomura Keikou

Keikou (1)

Name

Terlahir ditengah keluarga seniman sebagai anak bungsu sama sekali tidak terdengar baik bagi Keikou -atau yang lebih sering disapa Kei. Ayahnya adalah seorang artist dan pengamat seni yang sibuk mengurusi beberapa galeri terkenal di Osaka, ibunya adalah seorang desainer lansekap yang cukup dihormati, kakak pertama perempuannya adalah seorang kurator di galeri-galeri terkenal di Tokyo bahkan mancanegara, sedang kakak kedua laki-lakinya adalah pemain harpa Tokyo Philaharmonic Orkestra.

Menjadi seorang prodigy diantara keluarga seni adalah sebuah kutukan bagi Kei kecil yang tidak pernah menikmati obrolan atau doktrin influensi seni pada setiap kegiatannya. Kei mulai memberontak dari tuntutan orangtua yang mengisolirnya dari dunia luar hanya karena bakat alaminya. Jenuh terkurung hanya bersama kanvas dan bau cat yang membuat hidung gatal, Kei mulai diam-diam mangkir dari jadwalnya dan menemukan surga kecil saat bergabung dengan sebuah klub hapkido menginjak masa sekolah menengah pertama -yang dihabiskannya hanya berada di rumah akibat pilihan orangtuanya.

Tiga tahun bersembunyi dan terpaksa melakukan keingan orangtuanya, Kei merasa muak. Ia menerima tawaran beasiswa dari salah satu akademi martial arts di Korea yang cukup terkenal dengan pelatih-pelatih handal. Meski dengan perlawanan keras dan pertengakaran panjang, orang tuanya memberikan Kei izin. Dengan syarat, segala biaya kehidupan dan kepentingan Kei menjadi tanggung jawabnya seorang diri.

Gertak ancam tersebut tentu saja tidak melunturkan niat Kei untuk merengkuh jalan baru tanpa embel-embel ‘Keluarga Seni Nanomura’ yang selalu menghantuinya hampir sepanjang eksistensi dunia. Titel yang sulit dibuang begitu saja meski ia telah memutuskan tinggal di negara yang berbeda.

Kei sebenarnya tipikal gadis periang. Meskipun awalnya ia kelihatan pemalu dan canggung, ia bisa cepat akrab dengan orang-orang yang menurutnya nyaman untuk diajak bicara. Namun kebanyakan, ramah sumringah yang ditampilnya hanya kamufalse sekedar.

SANA, MINA, AND MOMO TWICE

twice japan line

Mina adalah salah satu gadis yang dulu berada di satu kelas balet dengannya. Momo adalah salah seorang tetangga yang selalu menjadi tempat pelarian Kei dari segala ‘doktrin’ keluarga. Elegansi seni yang ayahnya paksakan selalu kalah menarik dengan penampilan-penampilan Momo.

Kei bekerja paruh waktu di restauran dan kedai kopi tak jauh dari agensi Momo dan Mina. Dari sana juga ia mulai berkenalan dengan Sana.

YAMATO KOHTA

 

yamato kohta

 

Kohta adalah salah satu teman kakak perempuan Kei. Kohta bahkan hanya sesekali bertemu dengan Kei kala ia datang ke salah satu pameran galeri tempat kakaknya bekerja. Tapi begitu Kei ‘melarikan diri’ ke Korea, Kohta entah kenapa mencari Kei. Rupanya Kohta menjadi salah satu trainee aktor agensi yang cukup terkenal di Korea. Setiap kali Kohta datang ke Korea, ia pasti akan menemui Kei -atau lebih tepatnya tiba-tiba datang ke tempat tinggal Kei. Padahal hubungan mereka tak lebih dari sekedar sekilas saling mengenal. Kei tak pernah bahagia bila sudah melihat batang hidung laki-laki ini mengendus hidupnya serta melaporkan semuanya pada sang kaka tertua.

KAO KLAHAN

kao

 

Partner in crime Kei di klub hapkido, sekaligus lawan tangguh seimbang bagi gadis itu. Kao juga murid pindahan, asal Thailand. Bedanya ia tidak ‘dibuang’ oleh keluarganya seperti Kei. Keduanya bahkan memiliki nama sebutan, Kakoi. Kao sering menjadi malaikat penolong disaat Kei sedang membutuhkan.

YOON DOWOON DAY6

dowoon6

Sering kali Momo memesan makanan dari restauran tempat Kei bekerja. Karena itu ia beberapa kali keluar masuk agensi tersebut dan tidak sengaja berpapasan dengan seorang laki-laki bernama Yoon Dowoon yang beberapa bulan kemudian ia ketahui adalah pemegang posisi drummer grup band dari agensi yang menaungi ketiga temannya tersebut.

Rasa enggan menjajak apapun itu bentuk seni yang Kei junjung, lantas luntur sembari mata dan telinga teralih pada penampilan pentas laki-laki dengan logat daerah kental yang kadang kala membuat Kei yang bahasa Koreanya masih minim, kebingungan.

Belakangan pemuda dengan suara berat tersebut semakin sering tampak datang sendiri ke kedai kopi atau restauran tempat Kei bekerja.

cover : kei (Hirose Suzu), kao (bank thiti)

Advertisements