Lana Bae

배라나

Lana Bae

Incheon, 1995

Facts:

Hidup Lana bermula di Incheon. Ia besar di kota itu sebelum pindah ke Seoul karena mendapatkan beasiswa penuh di jurusan Jurnalisme—Universitas Yonsei. Selama menempuh pendidikan, Lana tinggal bersama sang Paman yang memiliki rumah di kota Goyang, Gyeonggi dan mengharuskan gadis itu untuk mengendarai mobil atau berangkat lebih awal dengan kereta—jikalau tidak memiliki kelas pagi hari. Pamannya, Choi Young Nam merupakan pengganguran kelas berat yang juga jarang terlihat berada di rumah. Meskipun pria setengah baya itu memiliki lemari berisi prestasi di masa muda, Young Nam tidak pernah berhasil mendapatkan pekerjaan. Beberapa rumor mengatakan itu berkaitan dengan masa lalunya dulu. Oh, beliau juga mantan atlet panjat tebing di tahun 90-an.

Lana mencintai sesuatu yang berada di luar logika. Otaknya selalu dibuat berpikir ke arah yang tidak masuk akal. Ketidakjelasan pemikiran Lana membuat Ibunya memasukan gadis itu ke dalam rumah sakit jiwa untuk diberikan bimbingan. Yang tadi hanya akan menetap selama empat bulan, tanpa terasa Lana menghabiskan masa menengah pertama di dalam ruangan bercat putih itu karena berbuat hal tak wajar. Baru ketika di tahun kedua masa menengah atas, Lana dapat kembali menghirup udara segar dan bersekolah secara normal. Walaupun ia tetap harus kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan secara rutin. Diduga semua ini adalah rencana dari Ibunya, karena pada saat itu Ibunya sedang mengejar pengusaha kaya dan tidak ingin pria incarannya tahu jikalau dia sudah memiliki anak.

Tidak ada yang dapat memahani mengapa Lana berakhir menjadi jurnalis di bidang kejiwaan, terlebih jikalau melihat karakteristik yang gadis itu miliki. Lana yang dikenal teman-teman menengah atasnya, sangat berenerjik. Seringkali bercanda dengan teman pria sekelas yang selalu duduk di depan mejanya. Ya, walau memang cara bercanda terkadang tidak normal, sering mencetuskan imajinasi-imajinasi tinggi. Tetap saja belum bisa dikatakan sebagai bukti. Di universitas, Lana mulai dikenal tidak waras dikarenakan rutinitas tidak beres yang dia miliki. Tidak tahu waktu, ia paling tidak bisa ditemui di rumah, di telepon pun amat susah. Tidak bisa diam barang sedetik saja di rumah; hanya dijadikan tempat mandi dan ganti baju. Hari-hari banyak dihabiskan untuk berkeluyuran di luar, kemana saja, meski tanpa tujuan sekalipun. Lana senang berpesta, memasuki kelab-kelab Apugejeong dan berakhir tertidur di Noraebang. Lalu, mulutnya. Diajak berkata sinis dan kasar, bukan lagi hal asing.

Yoake Im;

Laki-laki yang selalu sekelas dan mendapat tempat duduk di depannya itu, Yoake Im. Awalnya Lana hanya mengetahui satu fakta dari pemuda ini, bahwa Yoake bukan penduduk asli setempat. Kemudian, setelah hari pertama, Lana diberitahu fakta lain tentang Yoake kalau mereka adalah tetangga. Pria itu sering—atau sangat-sangat sering dititipkan di rumahnya. Dari hanya satu, kemudian bercabang menjadi banyak hal. Tak lagi fakta, mereka pun berbagi rahasia. Dari sekadar teman sekelas dan tetangga, status mereka sempat berubah menjadi sepasang kekasih sebelum keduanya memutuskan untuk berpisah karena merasa jenuh. Bertemu setiap hari, terlibat kegiatan sama pula. Perpisahan mereka terjadi ketika Lana diterima di Yonsei.

Di luar dari keputusan mereka, Yoake dan Lana masih menyisihkan ruang pertemanan. Saat Yoake mengumumkan kalau ia menjadi trainee di agensi industri musik dan akan didebutkan dalam sebuah band, mereka kembali membuat janji seperti dulu dan bertemu di kedai langganan dan berpesta bersama. Ia juga berbaik hati memperkenalkan Lana pada teman akrab trainee-nya; Oh Seung Seok. Ada beberapa yang lain, tetapi tidak sering bertemu dengan Lana. Hanya, dua tahun mengeluti dunia trainee, Yoake tiba-tiba saja berhenti. Setelah itu, tidak ada yang pernah mendengar di mana keberadaan pria itu. Dilupakan oleh bumi, karena identitasnya pun tidak dapat membantu untuk mengetahui kemana Yoake pergi.

Oh Seung Seok;

Kupon makan malam gratis dan hilangnya Yoake menjadi alasan mengapa Seung Seok dan Lana terlibat dalam hubungan rumit. Sedari awal, Seung Seok tidak menyetujui keinginan hatinya untuk memiliki Lana. Di hari pertama kali Yoake membawa Lana padanya, Seung Seok merasa asing. Ia seakan tidak mengenal dirinya sendiri. Perasaan suka yang timbul tanpa diketahui, lama-lama menggerogoti tubuh pria itu. Dan ketika kesempatan itu datang, Seung Seok malah beradu dengan keraguan sebelum teman-temannya memberikan dorongan. Seung Seok yang beralasan ingin mengembalikan barang-barang milik Yoake yang masih tertinggal di asrama, terlibat perjalan singkat bersama Lana ke Incheon. Perjalanan sehari semalam itu menjadi saksi Seung Seok mengutarakan keinganan untuk menjaga Lana.

Dua hari setelah berpacaran, Seung Seok merasa menyesal. Ia mengatakan kata putus berkali-kali karena mereka sering terlibat dalam adu mulut, tetapi semakin Seung Seok menekan—walau ia tidak sungguh-sungguh—semakin Lana tidak mau memperdulikannya. Seong Seok dikalangan Honeyst senang bersikap manis, melakukan banyak fanservice, terkadang melemparkan candaan ringan atau berubah serius ketika mereka mendiskusikan perihal musik. Tetapi, semenjak mengenal Lana lebih jauh, ia jadi sangat protektif. Dinilai dari sikap Lana, tentu saja itu bukan hal tidak wajar. Ia tidak menyukai tingkah Lana yang tidak bisa berdiam diri tanpa berkeliran di luar atau ketika ponselnya tidak bisa dihubungi selama berbulan-bulan dan rumah gadis itu yang selalu kosong saat didatangi. Bersama Lana, Seung Seok hanya bisa menunjukkan sikap serius dan tegasnya.

covered by model

Advertisements