Arai Yuzuru

13129620_481170392072424_32548840_n

Y U Z U

Arai Yuzuru

Shinjuku – Tokyo; Japan, 1993

Hingar-bingar Kabukicho, zona red-light distrik Shinjuku orang bilang, menjadi tempat dimana Yuzuru lahir dan beranjak remaja. Terlahir dari rahim seorang wanita jalang pekerja dunia malam, tanpa identitas ayah kandung yang jelas. Sempat terpikir untuk menggugurkan kandungannya, pada akhirnya ibu Yuzuru bertekad melahirkan bayi pertamanya. Meski jalan yang harus ditempuh sang anak sudah pasti penuh liku, hidup dengan dikelilingi nafsu duniawi dan terkadang kekerasan yang bertubi dialaminya. Perlakuan acuh dari sang ibu yang lebih memilih pekerjaan haramnya, juga kasih lembut yang jarang diterima, membuat Yuzuru sempat terpintas untuk kabur jauh dari zona merah, lingkup penuh prostitusi maupun perjudian.

Pertemuannya dengan seorang lelaki berselisih usia 15 tahun di atasnya, mungkin jadi titik awal Yuzuru menemukan kehidupan baru yang lebih baik. Kala itu ketika hujan turun cukup deras, dengan sekujur tubuh memar membiru setelah digebuki bos pemilik club dimana ibunya bekerja, Yuzuru yang bersembunyi di sudut gang kecil bertemu Arai Masaki. Tanpa sungkan lelaki itu mengulurkan tangan pada gadis kecil yang ia temui, yang langsung disambut oleh Yuzuru. Saat itu, Yuzuru menginjak umur 13 tahun ketika memutuskan untuk tinggal bersama Arai Masaki yang berujar ingin mengangkatnya menjadi sanak keluarga, setelah mendapat ijin dari sang ibu.

Satu yang tidak bisa lepas darinya, puntung tembakau yang jadi teman setianya sejak hidup dikelilingi gemerlap dunia malam dulu. Rokok jadi obatnya tiap kali pikirannya dilanda keruh tak berujung, melepas penat dan beban yang menyelubungi diri. Kebiasaan itu terbawa hingga kini, meski beberapa kali Masaki menyuruhnya berhenti.

eaddb4e96819446fa134345fb41f86e7

Arai Masaki, 1978

Arai Masaki, seorang arsitek muda yang bekerja di Nikken Sekkei, sebuah perusahaan kontruksi besar berpusat di Tokyo dan memiliki banyak cabang perusahaan baik di penjuru Jepang maupun kawasan Asia. Di tahun 2012, Masaki harus pindah ke Seoul dengan 3 keponakan angkatnya, setelah dipindah-tugaskan di cabang perusahaan yang berada di Seoul, dan mendapat proyek kerjasama dengan salah satu perusahaan kontruksi di Seoul.

Sejak kecil Masaki tumbuh di sebuah panti asuhan di sebuah desa kecil di Hokkaido. Ibu kandungnya menghembuskan napas terakhir setelah berjuang demi dirinya lahir ke dunia. Meski tanpa kasih seorang ibu kandung, Masaki kecil tumbuh besar dipenuhi kasih sayang ibu asuhnya di panti asuhan dimana ia tinggal.

Menginjak masa kuliah, Masaki memutuskan tinggal mandiri di Tokyo dan menempuh pendidikan tingginya di ibukota. Hingga ia bisa berhasil menjadi seorang arsitek seperti apa yang diimpikan, Masaki masih merasa ada suatu yang kurang dalam hidupnya. Terobsesi memiliki keluarga kecilnya sendiri, Masaki dengan baik hati menjadikan 3 anak muda yang ia temui tanpa sengaja di penjuru ibukota sebagai keluarga angkatnya.

c70630e89d32bf64d877d5bf4826261f

Arai Takuma, 1991

Takuma, seorang anak yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya setelah kasus pembunuhan sadis di pertengahan tahun 2004 silam. Ia sempat menjadi korban keji pelaku yang hingga saat ini belum ditemukan identitasnya —kasus tersebut pun telah lama diberhentikan penyidikannya—, meski Takuma berhasil selamat setelah ditemukan dengan kondisi mengerikan di dalam sebuah peti perkakas. Sempat mengalami trauma akut, menyebabkan dirinya harus menerima penyembuhan mental selama setahun lebih. Tanpa satu pun sanak keluarga yang tersisa, Masaki jadi orang pertama yang mendatangi Takuma kecil dan berujar siap menanggung biaya penyembuhannya, bahkan memasukkan namanya dalam keluarga Arai. Takuma merupakan anak pertama yang menjadi keluarga Masaki.

Setelah kepindahan keluarga Arai ke Seoul, Takuma bekerja sebagai seorang barista di sebuah kedai kopi berjuluk The Quarters, bertempat di wilayah Sinsa-dong. Mengenal Nathan Hwang, pemilik kedai tempatnya bekerja, sekaligus satu-satunya orang yang menyarankannya untuk pindah di apartemen tempatnya tinggal setelah Masaki berujar hendak mencari hunian baru pada Takuma.

77c037dafe402e22275c9fc63b527c27

Arai Kouhei, 1991

Orang kedua setelah Takuma, yang diangkat menjadi salah satu keluarga Masaki. Kouhei yang dulu tinggal di sebuah pemukiman kumuh bernama Sanae di area distrik Taito, berlokasi di selatan persimpangan Namidabashi. Kouhei yang sejak kecil hidup tanpa orang tua, awalnya tinggal di jalanan sebelum seorang pria paruh baya mengajaknya tinggal bersama dengan iming-iming hidup yang lebih baik. Pada akhirnya, Kouhei kecil yang saat itu masih berusia belasan tahun menghuni rumah kumuh bobrok bersama beberapa anak jalanan lainnya. Jauh dari angan hidup enak, Kouhei tetap tak jauh dari kehidupan keras yang menuntutnya bekerja tanpa imbalan yang layak.

Kabur jadi ide yang berulang kali tersemat dalam ulas pikirnya, namun berulang kali pula ia gagal dan harus menerima pukul bertubi-tubi sebagai hukuman atas sikap berontaknya. Meski begitu, Kouhei tak kenal menyerah, dalam usaha melarikan dirinya yang terakhir takdir mempertemukannya dengan Masaki.

Cintanya pada musik, membawa Kouhei masuk dan bergabung dengan sebuah band indie sebagai pemegang drum. Sifatnya yang enerjik dan sering mengeluarkan bualan konyol, membuatnya jadi pencair suasana diantara anggota bandnya.

9e8c174bcdbd6f5d9a11e2a2c2ab0258

Nathan Hwang, 1991

Pemilik kedai The Quarters, sahabat pertama Takuma semenjak keluarganya pindah ke Seoul. Nathan pula yang mempekerjakan Takuma di kedainya yang berada di kawasan Sinda-dong, Gangnam. Amat dekat dengan anggota keluarga Arai, bahkan dia sendiri yang menyarankan Takuma untuk pindah di gedung apartemen tempatnya tinggal. Di kediaman keluarga Arai sebelumnya, Nathan kerap berkunjung di akhir pekan sekedar untuk minum bersama sembari larut dalam obrolan santai. Terkadang mereka berpesta barbeque di taman belakang rumah keluarga Arai dulunya.

Memiliki hubungan yang sulit diterjemahkan dalam satu kata dengan Yuzuru. Tak butuh waktu lama untuk keduanya akrab, bahkan Yuzuru tanpa sungkan menceritakan segala tentangnya pada Nathan, berbagi setiap detail rahasia masa lalunya. Paman maupun kedua kakaknya sempat takjub pada Nathan, entah apa yang dilakukan lelaki itu hingga bisa membuat seorang Yuzuru yang dikenal begitu sulit membeberkan privasinya pada orang lain menjadi sangat terbuka pada Nathan.

Sempat menjalin hubungan sebagai pasang kekasih, mereka memutuskan untuk menghentikan hubungan itu. Bukan sebuah keputusan sepihak, bahkan mereka tetap dekat seperti awal berkenalan. Ada alasan yang tidak diketahui orang lain di balik keputusan mereka, sesuatu yang menjadi aib keluarga Arai.

5ed1ee7a25831e296f9ec469e5d7a7c5

DAY6 Sung Jin, 1993

Tinggal berdampingan dengan ruang dorm yang dihuni oleh enam pemuda yang tergabung dalam satu band di bawah naungan salah satu agensi musik. Dengan sikap Yuzuru yang kelewat santai dan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak butuh waktu lama bagi gadis itu mengenal baik keenam pemuda yang tinggal bersebelahan dengannya. Kerap kali Yuzuru datang berkunjung sekedar mengobrol santai dengan Brian atau Jae, terkadang membuat kericuhan tak berarti kala Sung Jin mengamuk menenteng bantal penuh bekas liur Yuzuru, atau bersikap layaknya penghuni tetap dorm itu dengan tingkah seenak pantat.

Meski sadar betul Sung Jin tidak menyukai kehadirannya, terlebih dengan sikap jauh dari kata sopannya, Yuzuru memilih cuek dan cenderung masa bodoh. Entah alasan apa yang membuat Yuzuru malah puas tiap kali membuat pemuda itu kebakaran jenggot dengan tingkah polahnya. Dan, belakangan ini, semenjak obrolan singkat ditemani dua cup ramen, tanpa sadar mereka lebih banyak membuang waktu bersama, hanyut dalam perbincangan santai hingga kategori obrolan serius.

.

.

.

Cover by Luka