Moon Se Hwa

Name:

Illona Moon

Moon Se Hwa

문세화

Nickname:

Moohwa, Nancho (Orchid)

DOB:

Canada, 1995

Occupation:

University Student – on break

Family:

Moon Gae Jung (Father, Dead), Harumi Lim (Step-Mother, Japan), Moon Se Mi (Step-Sister, Japan)

Quote:

Meeting him was a mistake.


Facts:

Kematian Gae Jung membuka luka dalam bagi Se Hwa. Ia bahkan sempat mendekam di pusat rehabilitas sebelum ikut pindah bersama Harumi dan Se Mi ke Jepang. Gadis itu lahir di Kanada, Abbotsford dan pindah ke Chicago ketika Ayahnya tanpa sengaja bertemu dengan pujaan hati baru. Se Hwa kemudian besar di kota itu sampai kematian Gae Jung membuat ia harus angkat kaki.

Di Jepang, Se Hwa berusaha hidup mandiri. Gadis itu keluar dari rumah, lantaran tidak ingin merepotkan Ibu dan Kakak perempuan tirinya. Apalagi setelah rumor tak sedap mengenai Ayahnya beredar dan terdengar sampai telinganya. Se Hwa kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah, tetapi terpaksa mengambil cuti karena mendapat pekerjaan tetap di sebuah kelab malam sebagai waitress—terkadang kalau tidak terlalu sibuk, Se Hwa akan berada di toko obat di distrik lain siang hari. Hasil kerjakerasnya tentu menghasilkan kehidupan yang lebih baik, perlahan ia mau hidup bahagia seperti saat di Chicago dulu.

Se Hwa di masa menengah atas terkenal pemalu dan tidak banyak berbicara. Ia pindahkan dari sekolah lama karena suatu hal (sampai sekolah itu ditutup dan tidak beroperasi lagi sampai saat ini). Itulah mengapa di Chicago, Se Hwa acapkali menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah atau toko snack dekat stasiun sebelum kembali ke rumah. Namun lambat laun, ketika ia dipertemukan oleh seseorang, Se Hwa belajar bagaimana cara membenci.

Seo Johnny; Se Hwa’s business friend

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah, Se Hwa tidak memiliki teman. Ia sukses menjadi orang yang paling dibenci di seluruh angkatan. Tidak terkecuali para guru-guru yang mengajar di sana. Tetapi, di antara ratusan, Seo Johnny, sebagaimana pria itu di kenal menawarkan tangan secara sukarela. Se Hwa tidak mengenalnya, mereka tidak pernah berbicara namun Johnny bertindak seolah mereka adalah teman dekat. Di awal pertemuan, pemuda itu sudah menawarkan bisnis. Yang tentu menguntungkan kedua belah pihak, tetapi predikat orang yang paling dibenci di sekolah semakin memanas. Di akhir masa kontrak, Johnny mengirimkan pesan; menawarkan pertemuan sebelum ia beranjak pergi dari kota kelahiran. Sayangnya, gadis itu tidak pernah datang dan bunga anggrek dalam genggaman terpaksa berpindah ke tong sampah terdekat.

Lama tidak bertemu, Tuhan kembali mempermainkan mereka. Di Jepang, Johnny ikut mengadu nasib di kelab malam sebagai DJ sedangkan Se Hwa baru menyadari kalau selama ini jarak mereka hanya terpisahkan oleh ketidaktahuan. Mereka bertemu, tetapi Se Hwa menolak untuk mengadakan reuni. Ia berpolah seakan tak mengenal pria itu sama sekali, bahkan mengabaikannya. Tingkah ini tentu membuat Johnny kesal dan mengisi hari-hari pertemuan mereka dengan kebencian. Tapi ada satu yang tidak bisa pria itu pungkiri, perasaan waktu itu masih membara di lubuk hatinya.

Mitsuke Kobe; Se Hwa’s battlefield

Orang lain yang terlibat dalam kehidupannya di Jepang adalah Mitsuke. Pria yang tidak sengaja ia temukan tengah terkapar di persimpangan berlumur darah. Lantas, setelah pertemuan itu, kedatangan Mitsuke ke kompartemen milik Se Hwa berlanjut seperti kebiasaan. Bukan bertandang dengan membawa buah tangan, pria itu kerap datang dengan tubuh yang disarati luka-luka lebam dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Anehnya, Se Hwa tidak dapat menolak bahkan ketika Mitsuke sering memperlakukannya secara kasar; menahan sebelah kaki, menarik kursi ketika ia hendak duduk atau menghantam kepala gadis itu dengan benda-benda berat.

Covered by Model (Bijoo)