Sometimes I think of You

S O M E T I M E S,

I  T H I N K  O F  Y O U

. . .

Seo Johnny

. . .

I don’t even know how to control it

Chiyoda, Japan

—Babasenmon, Marunouchi

Satu tusuk hot bar kembali ia buka dengan layah putih bergerak lamban menghilang dari tatapan. Naomi, sahabat satu rumah hendak menemani ketika ia menguarkan kata makan kudapan di hadapan sungai Nijubashi tetapi, mendadak dibatalkan sepihak karena sudut Ikebukuro didatangi oleh musisi enka—Naomi tidak dapat melewatkan karena musisi enka terbilang sedikit langka melakukan live street performance di sana—dan ia terpaksa memutar arah ke convenience store terdekat sebelum memenjarakan diri lagi di rumah.

Tujuannya, bench milik pemberhentian bus.

Angka pada jam di pergelangan tangan masih di bawah batas maksimal, tidak akan ada masalah untuknya berdiam sejenak di sini. Menikmati jalanan padat merayap—daerah ia berkediaman memang kerap dipenuhi oleh orang–orang sibuk hingga tidak pernah sepi. Meski keadaan sekitar nampak ramai, pemuda itu tetap terbawa lamunan ketika iris cokelat–kehitamannya merunduk ke arah sepasang sepatu putih hadiah dari Yuta ketika ia berulangtahun tahun lalu.

Imaji akan kejadian beberapa tahun lalu di Chicago.

Kala ia masih menjadi pianis ternama di menengah atas dan tentu, kebanggaan sekolah. Tangan pemuda itu melemas, hot bar yang dipegang kuat–kuat terlempar ke tanah. Ia mengigit bibir dengan manik bergerak gelisah, sejurus kemudian beralih mengusap kepala penuh penyesalan.

Stupid.”

. . .

“Baru pulang, John,”

Naomi menyapa ketika pemuda itu tengah menganti sepasang sepatu dengan sendal rumah, kemudian bergerak otomatis ke arah dapur. Meraih botol mineral dari pendingin dan berhenti di dekat konter, menengaknya sebelum beralih tatap pada gadis bersurai cokelat gelap panjang itu saksama. Tidak jarang Naomi menemukan Johnny kembali ke rumah tengah malam tetapi, mimik tak sehat yang tergambar di paras pria itu tentu membuat ia merasakan sesuatu.

“Ya, barusan. Oh, aku tidak jadi ke Nijubashi, ke sana sendirian tidak enak.” Ujarnya, bergidik bahu. Pria itu mencoba riang meski masih terbawa perasaan sendu di pemberhentian bus tadi. “Kau jadi menonton Enka di Ikebukuro, musisi itu benar-benar ke sana?” Tanya Johnny, mencari percakapan baru agar tajuk mereka tidak berfokus padanya.

Naomi berdecak, kontan menendang meja dekat teve.

“Yuta kembali merusak rencanaku.” Salah satu tangannya memijat pelipis. Tidak mengerti mengapa teman satu rumah mereka selalu ingin mengajaknya bergulat setiap ada kesempatan. Johnny hanya menarik sudut bibir maklum, paham akan hubungan kucing dan anjing di antara keduanya. “—Sesuatu terjadi, John?” Pria itu mendongak, beradu lihat dengan Naomi. “Kau terlihat tidak sehat.”

“Tidak,” balasnya dengan senyuman. Lekas memasuki ponsel ke dalam ceruk celana kembali. Niat untuk mengirim pesan pada teman lama sembari bertanya akan teman lain di masa lampau terpaksa ia undur sementara waktu. “Tidak. Aku sehat. Kalau begitu aku duluan, kau juga dapat kelas besok pagi, kan?” Ia meraih coat di sandaran sofa sebelum menghilang di salah satu pintu.

Johnny menempelkan punggung pada bodi pintu. Ia menengadah, menatap langit–langit kamar dengan pikiran melalang buana. Kisah itu terlampau lama terjadi, namun mengapa otaknya tidak pernah bisa berusaha untuk bangkit dan bergerak ke arah lain? Melainkan mengendap bisu dan terus memutar bayang itu sampai ia sendiri tidak bisa mengontrolnya.

Sometimes I think of You: End

  1. Udah pernah dipublish di blog pribadi, tapi alurnya beda.
  2. Buat Kak Yoo, semoga mas jon sama mbak naonya sesuai sama plot kakak, ya ;__;
  3. Latar belakang, kira-kira beberapa hari dari fiksi kemarin.
  4. Terimakasih!
Advertisements

2 Replies to “Sometimes I think of You”

  1. Baca ini pas playlist isinya galau semua ujungnya ikutan ngegalau bareng dek joni 😔
    Se hwa sama joni harus diketemuin berdua doang trus mereka ngobrol empat mata tapi ga perlu ada tukul as the host ngomongin soal mereka AIH biar akur lagi dan tidak ada kesalahpahaman diantara kita oke se hwa & joni /apasih/ baikan dulu sebelum cogan second lead menjajah perhatian se hwa eaaaaa /udah tir udah mulai/
    Coba kalo misal nanti joni se hwa sama si cogan second lead ga sengaja ketemu bertiga gimana ya huhuhahahaihauahauhu gempar seketika dunia
    Ditunggu reuni se hwa & dek joni!! 😁

    Liked by 1 person

  2. mas jon bisa juga galau galau baper macem anak muda ya wkwkwk
    jadi gegara di php in sama housemate galau mikir masa lalu ya mas? haduh, makanya cari cewek mas biar ada yang nemenin kalo mau jalan jalan makan tiba-tiba
    atuhlah jen, orang ini hidupnya udah runyam kamu tambahin bergalau-galau
    ayok mas masa lalu udah ribet jangan dibikin makin ribet, kan gak bahagia ntar-ntarnya
    cinta itu dikejar bukan diplototin aja /tsaaah/sokbijakbgt/disepak/

    jen ditunggu segera ya lanjutan jalan menuju bahagia mas jon! wkwkwk

    Liked by 1 person

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s