Winternship

Im Nari (OC)  – Park Jaehyung (DAY6)

..

..

sky.l

..

..

Ayah tidak memaksa, hanya ingin kau mencoba. Kalau memang tidak cocok, berhenti juga tidak apa-apa. Paman juga tidak keberatan menerimamu di tempat kerjanya. Lagi pula sesuai dengan jurusanmu yang sekarang kan? Hanya selama liburan ini, Nariya

Nari masih bersungut-sungut mengingat telepon dari ibu dua hari lalu yang membuatnya kini berpakaian rapi di pagi buta menunggu bis. Niat selama liburan musim dingin hanya menjadi mayat hidup -tidak melakukan apapun selain tidur, makan, dan bereksresi- gagal terwujud.

Tak ada angin tak ada badai, tiba-tiba Ibu menawari untuk magang di tempat kerja Paman -yang sebenarnya ia sudah lupa yang mana orangnya. Ibu bilang di salah satu perusahan entertaiment yang sedang berkembang. Nari ditawari menjadi salah satu staff bagian relasi publik. Divisi yang dikepalai sang Paman.

Seperti tawaran ibu, Nari hanya berniat mencoba. Jika ia tidak menyukai pekerjaannya selama satu minggu ini, Nari akan berhenti. Meskipun Paman petinggi divisi tersebut, Ibu bilang sebaiknya mereka merahasiakan fakta tersebut. Nari sama sekali tidak keberatan, lagi pula dia tidak begitu dekat dengan keluarga ayahnya. Tapi Nari juga tidak akan segan menolak pekerjaan yang menurut ibunya sulit didapat tersebut.

Nari baru saja duduk di salah satu bangku samping kanan bis ketika ponselnya bergetar.

Kau bangun? Pagi-pagi begini? Tumben.” Tak ada basa-basi halo atau sapaan pembuka. Jae segera menodong pertanyaan begitu Nari menyambut sambung telepon pada jam-jam yang di lain hari tidak mungkin diangkat, karena Nari masih tertidur lelap.

“Eoh, aku menerima tawaran ibu untuk magang, sementara.”

“Magang? Ah…. staff PR yang kemarin kau ceritakan itu. Memangnya dimana?”

“Dongdaemun.” Jawab Nari.

“Bukan. Maksudku perusahaannya.” Tambah Jae tak sabaran.

Nari menarik sebuah kartu nama kecil yang datang bersama beberapa makanan kiriman ibu kemarin dari saku mantel. Nama perusahan serta alamat yang ditujunya tertera jelas di bawah nama lengkap sang paman.

“Rainbowbridge World.” Nari membaca lengkap kepanjangan di bawah logo besar perusahan di sudut kanan kartu nama. “Kau masih di studio?”

“Tidak, baru saja kembali ke dorm. Setelah ini kembali lagi, latihan untuk konser.” Suara Jae terdengar berat dan agak parau. Mungkin karena terlalu banyak latihan, mengingat tahun ini laki-laki itu harus bekerja dengan jadwal tetap setiap bulannya dengan lagu baru yang juga dirilis setiap tanggal enam.

“Istirahat. Jangan lupa makan.” Ucap Nari, meskipun tahu perkataannya tak dapat begitu banyak berarti atau membantu. “Dah.”

Sambungan terputus setelah Jae mengucap balasan singkat. Nari mengesah panjang. Mungkin ini balasan karena dulu dia sering menghilang tanpa kabar seenaknya. Sekarang giliran Jae yang super sibuk dan jarang bisa ditemui. Nari menekan tombol ponsel, sekedar ingin melihat lockscreen dengan wajah tertidur Jae yang diam-diam dia ambil terakhir kali mereka bertemu.

Ah… situasi semacam ini ternyata mengesalkan.

**

Tepat istirahat jam makan siang, Nari baru bisa menubrukkan bokongnya untuk duduk. Betis yang terasa sakit diselonjorkan di atas lantai. Nari menarik napas dalam-dalam, rasanya selama setengah hari ini dia terus tersengal-sengal kesana kemari menuruti perintah atasan.

Pekerjaan standar staff magang dimana saja; membuat kopi, memcopy dokumen, mengambil cetakan flyer, dan menuruti segala suruhan pekerja lain di divisinya. Beruntung tempatnya bekerja tidak sebesar gedung agensi Jae yang berlantai banyak. Tapi tetap saja, dirinya kewalahan dan hampir lupa beristirahat sejenak barang satu dua menit.

Apalagi ketika Nari baru datang dan menghadap penanggung jawabnya, wanita berumur kira-kira di akhir dua puluh tahunan tersebut memicing tak suka begitu mengamati resume yang Nari serahkan. Menurut perkiraannya, meskipun masih terbilang baru dan masih belum besar, perusahan ini tidak akan menerima staff yang tidak memiliki pengalaman di perusahaan besar. Sementara pengalaman kerja yang tertera di resume Nari tidak jauh-jauh dari kasir mini market, pramusaji, penjaga toko, atau pekerjaan lain yang serupa. Apalagi dia hanya mahasiswa tahun pertama.

Kau siapanya sajangPertanyaan tiba-tiba tersebut hampir membuat Nari kelepasan. Namun dia teringat saran ibu untuk tidak memberitahukan ‘koneksi’ keluarga. Nari menggambar raut bingung pura-pura tidak tahu. Penanggung jawabnya tak menyelidiki lebih lanjut setelah pertanyaannya tak kunjung disahuti Nari.

Perutnya yang bergemuruh meraung protes. Nari menyesal tidak mengisi perutnya pagi tadi sebelum berangkat. Kalau tahu akan diperbudak begini, dia butuh tiga mangkuk nasi untuk mengisi energi seharian.

Nari keluar dari lingkup tangga darurat gedung, berjalan menuju kafetaria perusahaan. Dia tidak peduli menu apa yang kira-kira bakal disajikan, yang penting dirinya bisa meredam gaduh perut.

Tepat sebelum lorong menuju kafetaria, pintu sebuah ruangan terbuka. Nari terlonjak kaget begitu seseorang tampak menyembul keluar dari baliknya. Badannya otomatis segera membungkuk sembari mengucap maaf, entah siapapun yang baru saja muncul tersebut.

“Nari? Im Nari?” Baru dua langkah maju ketika orang yang baru keluar tersebut menyebutkan namanya dengan nada mengkonfirmasi.

Nari membalik badan, menemukan sosok tinggi laki-laki yang menatapnya dengan raut terkejut. Seakan Nari objek langka yang tiba-tiba terdampar di atas bumi. Laki-laki itu mendekat ke arah Nari.

“Kau tidak ingat? Lee chandong, Chandong oppa.” 

Keningnya berkerut. Kepingan memori berserak tak beraturan, memasukkan nama yang baru saja disebut laki-laki tinggi yang berhadap-hadapan dengannya, mencari ingatan akan nama tersebut. Nari menepuk kening ketika ingatannya  berbondong membanjiri.

“Chandong sunbae?!” 

Laki-laki itu tersenyum, masih dengan senyum super ramah dan super menawan yang dulu selalu jadi elu-eluan murid perempuan saat menengah pertama.

Sinting, bagaimana mungkin dia lupa cinta monyet pertamanya?

==

notes:

. jadi uhm ya kenalin mas chandong anak vromance

. nari emang rada-rada punya complex sama cowo tinggi bergitar

Advertisements

3 Replies to “Winternship”

  1. JADI LI, INI ORANG KETIGANYA KEMARIN?! CIEEEE
    Kalau dapetnya yang seger-seger gini mulu, Jae gakpapa deh sibuk mulu wkwkwk Ya allah aku kira tadi dia magang di kantor biasa, tahunya itu agensi Vromance ya. Tadi gak kepikiran kalau orang ketiga bakal muncul secepet ini dan sedeket itu sama Nari XD Jae harus buruan gak sibuk, sebelum cinta monyet mengambil alih. Walopun gak kuat, tapi kalau diangin-anginin bisa roboh juga sama maz Chandong nanti :p

    Semangat magang Nari!

    Liked by 1 person

    1. Nyahahahaa sebenernya udah lama pengen nyelip nyelipin mas chandong. Eeeh tahu Jae sibuk tiap bulan konser tiap bulan mwehehehe susah emang kalo liat yang bening-bening setipe sama cakepnya sama main gitarnya sama unyunya. Abis ini Nari semangat ke kantor tiap hari, wong ada mas mas cakep buat dikecengin nyiahahaha.

      Liked by 1 person

  2. Loh… Loh… Ini maksudnya…. Orang ke tiga?
    LOH NTAR ABANG JAE GIMANA LI?! /udah gak sabaran/
    Pokoknya sih nari bisa jaga mata aja ya gak papa, kalo nari maen ntar bang Jae sama siapa lii? Ntar abang jae malah mainan ama ayam terus gak jadi anggota band malah ternak ayam…. 😭
    Semoga bukan maenan baru… Semoga bukan maenan baru…. /komat-kamit/
    Tapi penasaran juga sih…
    Lanjutkan li biar gak bikin penasaran..

    All.want.candy

    Liked by 1 person

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s