[花樣年華 Series] 7th. Move

화양연화

花樣年華

pt.1

..

Lyra x Moved Back

all.want.candy © 2016

..

When will the day when we don’t need to do anything about moving come

I wish it could be a little quicker”

..

“Tolong pindahkan lukisan itu ke sebelah sana.”

Beberapa orang tampak lalu lalang, membawa barang-barang milik Stef yang baru saja menempati apartemen barunya bulan mei ini, tak banyak orang yang tahu, namun ia telah pindah rumah—membuat memori baru di tempat yang paling berharga baginya.

“OH! OH! Tolong hati-hati dengan barang ini,” sebuah keramik berukuran 1 meter dengan bentuk abstrak itu adalah benda pemberian saudarinya, Eugene, hadiah langsung yang dikirim jauh-jauh dari Inggris hanya untuk nya.

Untuk sesaat Stef tak bisa hanya duduk diam memperhatikan bagaimana orang-orang dari perusahaan properti membawa barang-barang miliknya, beberapa barangnya adalah barang-barang yang punya kenangan lebih atau nilai lebih, terlebih jika barang-barang itu ia beli dengan uangnya sendiri.

Apartemennya kali ini tak lebih besar dari apartemennya yang sebelumnya, hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang keluarga yang menjadi satu dengan ruang makan, ruang tamu, dan sebuah ruang khusus untuk menjadi studio. Ada sebuah balkoni di kamar tidur, dihiasi dengan bak tanaman yang belum diisi, balkoni lain ada di ruang keluarga, catnya putih bersih dengan dapur monokrom yang minimalis, cocok untuk mereka yang tinggal sendiri.

“Tolong pindahkan sofa ini ke sebelah sana,” ia menunjuk sebuah pojok ruangan, mereka meletakkan sofa single itu di samping sebuah standing lamp, di sanalah tempat yang akan menjadi pojok favoritnya untuk membaca buku. Sebuah rak buku mahogani telah berada di sana, belum berisi buku tapi akan segera terisi.

Helaan nafas Stef terdengar puas, lambat laun apartemennya telah terisi, hanya butuh sedikit waktu untuk menata disana-sini, lalu ia akan punya markas rahasianya sendiri. Sepasang matanya melayang dari satu pojok ruangan ke pojok yang lain, hingga dering telepon menginterupsi waktunya.

Sebuah sambungan telepon dengan nama Sera-Bae.

Yeobseo?

‘Hoi! Big Girl, dimana kau sekarang? Masih sibuk berbenah?’

Stef terkekeh senang, telepon dari sahabat baiknya itu mampu membuat kekhawatirannya hilang seketika, dengan senang ia menjawab seraya duduk di kursi terdekat.

Eoh! Aku hari ini sibuk sekali, ada apa bae?”

‘Apa itu artinya aku tidak bisa main-main kesana? Sekedar untuk melihat-lihat?’

“Apanya? Tentu saja kau bisa datang bae, mungkin agak sedikit berantakan tapi tentu saja kau bisa datang bae,”

‘Great, aku akan kesana jam 1, kau ingin sesuatu untuk hadiah?’

Senyum kecil yang masih tak luntur, “Beli saja makanan apapun dan soju!”

Hey, you’re not gonna drink alcohol, aku beli beer saja ya? Okay then see ya!’

Eoh! See you soon, bae.”

Sambungan telepon telah mati, tapi senyum masih tersisa di ujung bibir milik Han Na Young.

..

Dengan sebuah sapuan terakhir, hiasan keramik yang dibelinya jauh-jauh dari Spanyol telah bersih, terpajang apik menghiasi dinding ruang makan yang terasa begitu polos, jauh dari kesan hangat yang selalu diasosiasikan dengan ruang makan. Hari ini Stef bekerja keras, setelah orang-orang dari perusahaan properti menyelesaikan tugasnya, ia harus tinggal sendiri untuk membongkar barang-barang pribadinya.

Dan hal itu menguras senyumnya.

PING!

“Tunggu sebentar!!”

Ia bergegas membalas, berjalan cepat hingga menggapai pintu depan senyum sumringah lebar, dan apa yang ada di balik daun pintunya membuatnya tersenyum begitu bahagia.

Your fairy god mother is finally here!

Seorang gadis muda yang membawa virus kebahagiaan, Oh Se Ra.

Dengan sekantung penuh bir dan beberapa makanan kecil.

..

 “Seriously, aku tidak benar-benar berfikir kau akan pindah,” Se Ra duduk nyaman di lantai menyesap bir dari gelasnya pelan-pelan, sambil sesekali mengambil kudapan yang tadi dibelinya.

Stef tersenyum dalam diam, “Kau tahu kan kontraknya habis bulan ini, lagi pula tempat itu tak terlalu nyaman seperti dulu,terlalu banyak mimpi buruk yang menjelma jadi kenyataan.”

Tatapan milik Se Ra menyelidik, lalu ia membuka mulut untuk berkomentar, sekedar memuaskan rasa penasarannya.

“Lalu jika tempat ini juga memberi mu mimpi buruk kau akan pergi menghindarinya?”

Pemilik rumah terdiam, berusaha mencari jawaban walaupun ia tak menemukan satupun jawabannya. Tak ada jawaban yang menurutnya mampu memenuhi maksud pertanyaan milik Se Ra, hingga akhirnya dia menyerah dalam keraguan.

“Entahlah, entah kapan hari dimana aku tak perlu pindah lagi untuk menghindari mimpi burukku,” Stef menggigit bibirnya canggung, lalu menghela nafas panjang, “Semoga hari itu segera datang.”

“Lalu kenapa harus pindah?”

Pertanyaan dari Se Ra terngiang dalam kepala Stef, entah karena pengaruh beberapa persen alkohol dalam birnya atau apapun lah itu. Stef menatap sahabatnya dengan raut wajah bingung, “Maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Kau tahu jelas maksudku Na Young, kau saja yang tak mau menyadarinya,” Stef merasa dibodohi dengan teka-teki lalu dengan nada yang agak tinggi, ia kembali bertanya.

“Oh please Bae, stop makin’ a puzzle,” gelengan adalah jawaban Se Ra, begitupula seulas senyum yang menggantung di ujung bibirnya.

“Kau sudah tau jawabannya, untuk apa pindah dari apartemen yang juga memberi obat atas mimpi burukmu?”

Alis Stef terangkat.

“Kau tidak ingat? Lelaki itu selalu ada di ruang tengah dengan wajah mengantuk selepas menanggalkan alter-egonya.”

Kini Stef yang merasa tolol karena alkohol pun tahu kemana pembicaraan mereka mengarah.

Dan lagi-lagi tak ada jawaban yang keluar dari katupan bibirnya.

“Yah, mungkin.”

..

End.

..

All.Want.Candy © 2016

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s