[花樣年華 Series] 6th. Converse High

화양연화

花樣年華

pt.1

..

Lyra x Past

all.want.candy © 2016

..

“Don’t wear converse
Over everything else
They’re hard to take off”

..

“Hai!”

Mulut Ji Min benar-benar terbuka seperti perangkap tikus di malam hari, ternganga dengan alasan jelas saat melihat seorang gadis muda berdiri di depan pintu apartemen BTS.

Setelah nyaris beberapa bulan mereka tak bersua muka.

Noona?” Stef terkekeh saat wajah Ji Min yang sangat berharga tertangkap sepasang matanya, detik berikutnya ia mengedipkan mata dengan santai.

“Apa aku boleh berkunjung?”

Siapa juga yang tidak memperbolehkan gadis secantik dan semenarik Stef untuk datang berkunjung?

..

“Ini daging kan?”

“Aku masih punya yang lain, itu kiriman dari sepupuku, Eu, ia baru saja berkunjung ke Jepang dan jatuh cinta dengan daging wagyu Kobe,” Ho Seok masih duduk terpaku menginterogasi Stef yang menenggak birnya pelan-pelan, sedangkan maknae line lebih sibuk memperhatikan potongan daging seberat 5 kg itu dengan lapar.

“Ini lebih dari cukup, Stefanie,” Jin bergabung dengan mereka di ruang tengah, senyum masih melekat di wajahnya terlebih saat melihat maknae line sibuk dengan mata lapar mereka.

God! Ini masih kurang untuk kalian! ada manager juga kan? Maaf ya Oppa,” pertanyaan Stef di jawab dengan anggukan dan gelengan yang berurutan dari Jin.

“Hadiahmu sudah lebih dari cukup untuk kami,” senyum lebar lain mengembang sempurna di wajah milik Jin, “Bagaimana jika kita makan dagingnya bersama sekarang?”

Gelagapan dengan pertanyaan Jin yang telah bersiap beranjak menuju dapur, Stef membantah, “Tidak perlu Oppa! Itu untuk kalian, bukan untukku!”

Ey, bukan kah lebih enak kita makan bersama Noona?” Ho Seok melemparkan pertanyaan lain yang tidak boleh di jawab dengan kata tidak, dengan cepat pula Tae Hyung telah menanggapi ide spontan Jin.

“Stef Noona, Jin Hyung pintar memasak daging! Kau harus mencobanya!” binar mata milik Tae Hyung dan senyum menyenangkan milik Jung Kook memaksa Stef untuk setuju.

Helaan nafas kalah menjadi jawaban dan seruan keras milik Tae Hyung yang meneriakkan kata ‘Daging’ memaksa tawa seisi ruangan.

Malam itu Stefanie Han tak pernah tahu apa yang akan terjadi.

..

Pemanggang daging telah dimatikan, para maknae yang bertugas membersihkan ruang makan telah beranjak menuju dapur, menyisakan tiga orang dengan umur yang lebih tua berbincang santai dengan gelas-gelas bir mereka. Dua orang lain belum juga tiba dari pekerjaan mereka dan selama itu pula, Stef berdoa untuk tak bertemu salah satu dari mereka.

“Jadi, apa kau akan aktif di underground lagi?” pertanyaan Jin menarik perhatian Stef, ia mendongak lalu meletakkan gelas birnya.

“Aku tidak tahu, beberapa orang dari underground mengajakku untuk bekerja sama, tapi untuk saat ini aku masih ingin bekerja sendiri,” Ho Seok tampak tertarik dan memperhatikan Stef dengan serius sebelum membuka mulut.

Noona mau tidak jika bekerja sama dengan kami? Maksudku, seperti kerja sama remix album Danger yang dahulu?” mendengarnya Stef tertawa keras, membingungkan bagi Ho Seok yang tadinya bicara serius.

“Tunggu dulu, ini bukan perbincangan bisnis Ho Seok-ah!” jawaban Stef ditimpali tawa dari Jin, “Kau harus membicarakannya di depan Bang PD dan label-ku!”

Perbincangan seru masih terjadi, hingga sebuah denting bel memberi tanda bagi Cinderella untuk segera pulang.

“Nam Joon Hyung! Yoon Gi Hyung!”

Stef tak butuh waktu lama untuk membereskan barang-barangnya, ia sudah siap untuk pergi dan telah beranjak dari ruang makan, netranya menangkap bayangan Nam Joon dan Yoon Gi dengan wajah lelah. Sebuah senyum terlontar saat Nam Joon menyadari keberadaannya, ia memberikan sebuah pelukan kecil, tapi tak sekalipun netranya menangkap Yoon Gi yang hanya diam seakan tak peduli.

“Aku pulang dulu ya, Man Joon!”

Terkejut Nam Joon segera menahan Stef sebelum gadis itu bisa memasang sepatunya, “Aku baru datang dan Noona akan pulang? Apa yang aku tidak bisa berbincang sebentar saja?”

Senyum kecut menjadi jawaban Stef, itu juga terpaksa, karena ia sebenarnya malas untuk menjawab, “Kau tahu Cinderella harus pulang sekarang.”

Entah seakan tahu tamu mereka menghindari apa, Yoon Gi bergegas masuk ke dalam ruang kamarnya tanpa banyak berbicara—bahkan tak mengindahkan Ji Min yang bertanya padanya. Jin paham akan situasi tak enak itu, ia menjelaskan baik-baik alasan mengapa Stef ada di sana, mau tak mau Nam Joon hanya bisa mengangguk paham sambil berterima kasih berulang-ulang.

Semua member minus seseorang, berdiri mengantarkan Stef ke depan pintu—sebagai tanda terima kasih. Dengan sebuah tarikan tali sepatu terakhir, Stef berbalik untuk memberi salam lalu bersiap membuka pintu dorm untuk pergi secepat yang ia bisa.

Sayangnya cupid yang sebal berusaha menghentikan langkah kaki Stef untuk pergi, diiringi dengan sebuah bunyi debum keras—tepat saat Yoon Gi melongok keluar dari pintu kamarnya.

“NOONA!!” “STEF-AH!!”

Yah, mungkin itu artinya ia harus tinggal lebih lama.

..

“Oke, ini sakit.”

Stef tertawa miris saat Jin membopongnya untuk duduk di ruang tengah, mengingat apa yang baru saja terjadi.

Cupid menyandung kaki Stef sehingga ia jatuh karena kakinya sendiri kemudian terkilir, cliche.

“Tunggu sebentar, aku akan ambilkan handuk panas!” Jin bergegas menuju dapur, diikuti Ji Min yang bertugas mengambil handuk kecil di gantungan jemuran baju.

Ho Seok meringis disaat yang sama saat desis nyeri Stef terdengar. Susah payah Stef menggerakkan pergelangan kakinya untuk melepaskan sepatu kets yang kini dipakainya, mustahil memang menekuk kaki jika satu gerakan membuatmu menahan sakit luar biasa. Menyerah, gadis dengan rambut pendek itu tak lagi bergerak, menyisir poninya ke belakang agar tak menghalangi pandangan.

Noona, butuh bantuan untuk melepas sepatu?” pertanyaan Ho Seok dijawab senyum lemah, detik berikutnya pemuda berhati hangat itu duduk di hadapan Stef, bersiap melepaskan sepatunya sebelum dehaman bernada rendah mengganggu.

“Ho Seok-ah, ambilkan patch nyeri otot di kamarku.”

Yang memiliki suara bernada rendah itu terdiam sejenak, mengambil posisi berhadapan dengan Stef yang menatapnya dalam bingung dan rasa tak peduli. Mengerti ada dalam situasi berbahaya, Ho Seok segera bangkit dan menghilang menuju kamar Hyung-nya, mencari benda apapun yang tadi diminta Min Yoon Gi.

Detik demi detik diisi sunyi, Stef bahkan tak sadar kemana perginya semua member Bangtan. Tak ada ingatan kenapa Jin dan Ji Min tak segera kembali ke ruang tengah, ataupun Rap Monster yang tadinya bertugas membeli obat, atau mungkin Ho Seok, Tae Hyung, dan Jung Kook yang punya tugas masing-masing. Cekatan, Yoon Gi melepaskan satu persatu tali sepatu yang digunakannya Stef, cepat namun lembut–sisi yang tak pernah orang anggap ada pada Min Yoon Gi.

“Sejak kapan kau suka pakai converse? Pakailah sepatu lain yang lebih mudah untuk dilepas,” terdengar menyebalkan namun tak ada kalimat yang keluar dari bibir Stef, ia lebih memilih menahan nyeri. Dengan kalimat perintah itu juga sepatu Stef berhasil terlepas.

Hyung.”

Yoon Gi berbalik, menemukan Ji Min yang memegang sebuah baskom berisi handuk panas, di sebelahnya Jin membawa baskom lain berisi handuk dan es, “Bebat saja di pergelangan kakinya selama lima menit dengan handuk hangat lalu ganti dengan handuk dingin.”

Menyelesaikan kalimatnya Yoon Gi beranjak pergi, mengejutkan dua orang lain yang masih terpaku–tidak ada yang bilang Min Yoon Gi akan merawat Stef–dan tentu saja tak ada yang tahu apa isi otak lelaki berambut pink lembut itu.

Ho Seok yang berpapasan dengan Yoon Gi pun terdiam bingung saat Hyung nya masuk ke dalam kamar tanpa satu patah katapun.

Stef tak mampu membaca apapun.

Tak juga membaca apa maksud pemuda itu muncul dalam sekelebat mata lalu menghilang kembali ke dalam zona nyamannya.

Shit…

..

END.

..

All.Want.Candy © 2016

 

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s