Say it

image

               Hoshi – Min Jiwoo

           Ficlet | Repetita | canon

June 15th 2016
The quarters

Matanya memicing, memperhatikan kaca transparan dengan teliti sampai tak ada satu titik noda tersisa. Ketika selesai memastikan semua kaca bersih dari debu, Jiwoo meletakan botol pembersih kaca dan lapnya di lantai. Kedua jemarinya bersatu dan tertarik keatas, merenggangkan lengannya yang pegal.

Untung saja sore ini pelanggan tidak terlalu ramai, jadi ia bisa bebas tanpa harus malu merenggangkan tubuhnya di depan pelanggan. Kalau boleh jujur, sebenarnya Jiwoo lelah dengan rutinitasnya namun untungnya ia bertemu dengan rekan kerja yang menyenangkan.

“Hoshi oppa  hari ini ulang tahun,”

“Iya, aku juga mengucapkan selamat ulang tahun di twitter, semoga dia membacanya.”

Sayup sayup Jiwoo mendengar suara antusias itu. Bagaimana kalau mereka tau Jiwoo selalu keluar masuk dorm idola mereka? Kekehan pelan keluar dari bibir Jiwoo, membayangkan reaksi para penggemar pelanggannya.

Gadis laundry. Panggilan itu sudah melekat pada dirinya sejak 9 bulan yang lalu dan selama itu Jiwoo belum pernah mengobrol banyak dengan member seventeen.

Bukan bermaksud sombong, terakhir kali Jiwoo mengantar pakaian, Jeonghan, yang membukakan pintu, tampak jelas ekspresi lelah tercetak di wajahnya. Merasa tidak enak, pada akhirnya Jiwoo hanya mengucapkan beberapa kata dan pergi, dan itu terus terjadi secara berulang ulang.

Toh, panggilan gadis laundry bukan panggilan yang buruk.

Matanya menyipit, sosok yang baru saja memasuki kedai tampak tak asing. Tungkai kakinya segera begitu mengenali pemuda yang lahir beberapa detik lebih awal darinya, “Min Jinwoo.” Panggil Jiwoo.

“Hei, hentikan,” gerutu Jiwoo kala pemuda itu mencubit kedua pipinya. Min Jinwoo, pemuda itu mempunyai paras yang sama dengan Jiwoo, bisa dibilang kembar identik.

“Pantas kau selalu kelelahan, ternyata pekerjaanmu bertambah.” Jinwoo mengekori Jiwoo ke mesin kopi, matanya mengikuti gerak Jiwoo yang bermain dengan mesin kopi bak seorang barista profesional, dan ketika latte sampai di tangannya pun rasanya lumayan enak untuk seorang pemula.

“Daripada jadi pengangguran setelah lulus sekolah lebih baik aku bekerja paruh waktu.” Balas Jiwoo tak terima.

Dibandingkan dengan Jinwoo yang memilih masuk universitas setelah lulus, Jiwoo lebih memilih tak meneruskan pendidikan ke jenjang universitas dengan alasan tak mau pusing dengan segala macam urusan tugas, lagipula kuliah bisa ditunda.

“Jadi… mau cerita tentang gadis pujaanmu itu? Waktu yang tepat. Sekarang aku punya banyak waktu.” Tebak Jiwoo dengan senyum yang tak bisa diartikan, Jinwoo terkejut namun menganggukan kepalanya.

“Kalau begitu, silahkan mulai ceritamu.”


From : Hoshi-ssi

Kau sibuk? Bisa kau ambil baju kesini? Bajuku dan yang lain sudah banyak.

Alis Jiwoo mengerut membaca pesan masuk, dan kalimat di pesan itu lebih kearah sebuah perintah. Jiwoo meraih tasnya dan keluar dari ruang staff “Aku pulang dulu,” pamit Jiwoo pada Kanpa.

“Ya, hati hati dijalan.” Ujar Kanpa melambaikan tangan.

Ide bertukar nomor ponsel, bukanlah ide Jiwoo, semua itu adalah ide scoup, dengan alasan agar bisa memberitahu dengan mudah soal baju mereka, dan akhirnya Jiwoo memiliki nomor ponsel semua anggota. Namun biasanya Jiwoo yang mengirim pesan terlebih dahulu. Kalau Jiwoo berniat jahat bisa saja Jiwoo menyebar nomor ponsel mereka, tapi Jiwoo tidak akan melakukan itu.

Beruntung letak dorm masih dekat dengan kedai, kurang dari 20 menit Jiwoo sudah bisa mencapai tempat itu. “Jiwoo noona!” Merasa terpanggil, Jiwoo mencari sumber suara yang ternyata dino.

“Oh, hai!” Sapa Jiwoo dengan seulas senyum

“Mau mengambil baju?” Jiwoo mengangguk.

Jiwoo melirik kantong belanja di tangan Dino, “Aku baru pulang membeli bahan makanan dengan Hoshi hyung, tapi dia bilang aku lebih baik pulang duluan, nanti hyung menyusul” ujar Dino sebelum Jiwoo sempat bertanya.

Ah, Jiwoo baru sadar, sejak tadi ia belum makan apapun dan sekarang perutnya berbunyi meminta diisi, “Dino-ssi, sebelum aku ke tempatmu, aku mau mencari makanan ringan dulu, tak apa kan kalau kau naik sendiri?” Tanya Jiwoo sambil memegang perutnya.

“Oh, tak apa. Kalau begitu aku duluan,” pamit Dino.

Kriuukkk

Suara perutnya semakin menjadi, Jiwoo menggerutu sendiri pada perutnya yang berbunyi di kondisi yang tidak tepat. Matanya mengedarkan pandangan, dan pilihannya jatuh pada mini market yang letaknya tak jauh dari dorm.

Jiwoo segera mencari letak rak roti, pancaran bahagia terpancar di matanya begitu menemukan roti coklat kesukaannya. Satu bungkus roti coklat dan sekotak susu coklat sudah cukup untuk mengganjal perutnya yang berisik.

“Gadis laundry?”

Jiwoo menoleh, seorang pemuda ber hoodie dan memakai masker menghampiri dirinya, suaranya pun tak asing “eh? Hoshi-ssi?” Ujar Jiwoo kaget. Hoshi memberi isyarat agar diam.

“Terlalu keras ya? Maaf.”

Menyapa Jiwoo….. entahlah, kini menjadi suatu hal yang rumit, namun sisi lain dirinya masih tetap ingin menyapa. “kenapa kau mengirim pesan duluan?” Tanya Jiwoo.

Pertanyaan skak mat. kinerja otak Hoshi seakan terhenti, berusaha keras mencari jawaban yang tepat namun kalimat itu tertahan di ujung bibirnya dan tak mau keluar. “Memangnya tidak boleh?”  Hoshi balik bertanya.

“Hmm boleh sih, hanya saja ini pertama kali, karena itu aku anggap aneh.” Jiwoo terkekeh. Ia menyerahkan barangnya ke kasir dan mengeluarkan lembaran won, setelah meneriman uang kembali, Jiwoo membuka bungkus roti, gadis itu menghela napas lega ketika gigitan pertama dan bergumam sendiri hingga tak sadar Hoshi sudah keluar dari mini market.


“Kalian sibuk sekali ya?” Gumam Jiwoo.

“Mmm hmm. Bahkan sebentar lagi jadwal semakin padat, sebentar lagi akan ada konser.” Jiwoo mengangguk mendengar penuturan Hoshi. Terbayang di pikiran Jiwoo bagaimana mereka bekerja tanpa henti dan jam istirahat yang sedikit. Lagi, Jiwoo melamun. Lamunannya buyar ketika ponselnya berbunyi.

“Tsk, ternyata suka melamun ya?” Gumam Hoshi

“Orang tuaku ke Busan satu minggu.” Keluh Jiwoo.

“Lalu?” Tanya Hoshi.

“Itu artinya selama satu minggu aku harus mengurus kakak kembarku. Kau belum tahu ya? Lain kali dia yang akan mengambil baju kalian.” Jawab Jiwoo santai.

Yaampun… Jiwoo yang lain? Hoshi tak bisa membayangkan ada Jiwoo yang lain, bisa saja sifatnya persis seperti Jiwoo. “Yah… pasti dia lebih cantik darimu.” Hoshi mengusap tengkuknya.

Jiwoo terkekeh, kemudian tertawa keras. “Ya, dia lebih cantik dariku. Bahkan idol korea pun kalah cantiknya dengan kakakku.”

“Apa aku salah?” Ucap Hoshi polos. Jiwoo menggeleng pelan sambil tetap menahan tawa. “Oh, bukankah aku harus mengambil pakaian kalian? Ayo cepat keatas, aku lelah.” Jiwoo berjalan mendahului Hoshi, namun langkahnya berhenti karena jemari Hoshi yang melingkar di lengannya.

“Tak usah, lebih baik kau pulang dan istirahat.” Hoshi memutar badan Jiwoo, berlawanan arah dengan jalan ke dorm.

“Tapi tadi kau bilang…..”

“Aku cuma ingin mengerjaimu saja karena aku sedang bosan. Sana pulang,”

Ingin rasanya Jiwoo memasukan Hoshi kedalam karung dan membuang pemuda itu di sungai Han. Jiwoo menatap Hoshi tajam, kalau tahu ini semua hanya akal akalan Hoshi, ia tak akan mau datang walaupun jaraknya dekat.

“Tadinya aku berniat baik dan mengatakan sesuatu tapi niat baikku di sia-sia kan. Aku pulang dulu.” Jiwoo berbalik badan dan berjalan menjauh.

“Tunggu! Kau mau bilang apa?” Jiwoo berhenti, namun mengabaikan pertanyaan Hoshi, pemuda itu mengatur napasnya yang tak karuan karena mengejar Jiwoo. Walaupun kakinya tak se jenjang para model, gadis itu bisa melangkah cukup besar.

Jiwoo berbalik, meraih tangan Hoshi secara paksa dan memberikan kopi yang masih hangat. “Selamat ulang tahun.” Dan ia kembali melangkah menjauh. Meninggalkan sejuta pertanyaan di benak Hoshi.

.
.
.
.
.
.
.
.

Ini apa ya? Gatau juga sih, diriku juga gatau apa ini.
Yang jelas ini fic kedua hoshi jiwoo.
Rada gemes sama hoshi yang modusnya ganahan. Kalian yang baca gemes gak sih?
Bikinnya lumayan. Sehari jadi. Baru mulai tadi pagi, kelar tadi sore jadi curhat semoga suka ya (≧▽≦)(≧▽≦)(≧▽≦)
Oiya mau ngucapin

HAPPY BIRTHDAY HOSHI!

Yasudah deh sekian kata penutup dari rinchann. See ya!

Advertisements

2 Replies to “Say it”

  1. AKHIRNYA JIWOO HOSHI COMEBACK STAGE YUHUUUU!!!! Edisi spesial ultah hoshi ya ini, eleuh eleuh manisnyaa

    Bentar, itu takuma sama nathan kabur kemana biarin jiwoo bikinin kopi sendirian buat pelanggan. Ah tapi itung itung kopi spesial buat kakak kembar tersayang yang lagi konseling ke jiwoo ya hoho. Jinwoo, sering sering ya ke the quarters, kita juga lagi buka lowongan kerja lho ((promosi dikit))

    Jiwoo, coba itu nomor hape anak svt bagi bagi ke kita juga dong, minta nomornya dokyeom kalo bisa ((lirik jiwoo)) ((dilempar nampan)) hahaha. Tapi ya itu hoshi modus banget sms jiwoo buat ambil baju ke dorm, bisa aja situ mas.

    Nah, hoshi belum tau kakak kembar jiwoo itu cowok wkwk. Kalo ntar ketemu kaget kali ya si hoshi ((lalu ngebayangin reaksi hoshi))

    Rin, itu endingnya huhuhuhuhu gemes banget pengen cubit jiwoo hoshi. HOSHI NAKSIR KAN SAMA JIWOO IYA KAN IYA KAN buruan tembak dor dor dor!!!

    Selamat ulangtahun ya, hoshi. Semoga hubungannya lancar sama jiwoo. Jangan kelamaan jedar jedornya lekas dihalalkan aja hahaha

    Tertanda,

    Sesepuh chibi

    Liked by 1 person

  2. JIAAAAAAH HOSH MODUS YANG BERKELAS DIKIT NAPA ELAAAAH /pites pala hoshi/

    udah susah susah dateng ke dorm si jiwoo cuma kena alesan ngeles cupu bukannya apa kek modus yang lebih niat gitu kamuuu ini hosh hosh /reader bawel/diusir/

    mas jinwoo maen ke quartersnya malem aja, biar dedek kei dapet asupan vitamin t tambahan wkwkwk dede kei juga menerima curhatan kok, cuma ya gitu di dengerin doang soalnya dia juga cupu soal taksir taksiran hiahahaha

    Salting kan salting ngakuuu deh hosh niat ngerjain tapi malah dikasih ucapan ultah gitu ACIEEEEEEEE BAPER KAN BAPERRRR UHUUUUY
    dijamin pasti malemnya si hoshi meriang meriang gajelas kebawa bawa ucapan jiwoo yang tidak terduga duga
    UDAH KALIAN TANCAP GAS AJA JANGAN MODUSAN LAMA LAMAAAA /pemirsa banyak mau/didepak/

    Duh rin, ini bocah bedua kok bikin greget sih. sini aku pites duaduanya biar disegerakan ada gerak gercep biar gak lama baper ini yang baca huhuhuhu
    sering sering kambek ya cimit ciimit!

    Liked by 1 person

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s