One of These Days

oftd

Im Nari (OC) – Park Jaehyung (DAY6)

..

..

sky.l

..

..

Seoul, March 2016 

Benar saja, keputusan gila memang untuk kembali ke kampus setelah sekian lama cuti sedang kepalanya melompong dengan subjek yang tengah dilanturkan sang profesor di depan kelas. Duduk sendiri di pojok depan kelas, kedua mata menyalang menangkap setiap inci pergerakan laki-laki kurus dengan pipi tirus yang sesekali membaca beberapa kata kunci dari slide pembelajaran, derap-derap kaki di koridor luar kelas terasa menggaung dua kali lebih keras, dan Nari merasa seperti sebutir pasir di tengah pualam bersih kosong.

Seisi manusia dalam ruang segera berhambur begitu sang profesor beranjak dari podium melenggang tanpa beban keluar ruang. Riuh gerombolan gadis-gadis dengan sederet keluhan sepele dan kelompok laki-laki yang meributkan pertandingan baseball malam lalu, ia hanya diam di tempat tak tahu kapan terakhir kali ia merasa setersesat saat ini.

Banyak yang hilang.

Sena, yang sepihak meninggalkannya ke belahan lain dunia.

Junhyeok, yang sesekali memberi kabar tapi enggan mengungkap keberadaan pastinya; menghindar hiruk pikuk kota, ujarnya.

Kembali menyeret tungkai pada jalan yang selalu ia handari, menyandang kembali keharusan sebagai ‘orang dewasa’. Meski ia tidak tahu apa yang harusnya ia lakukan -selain kembali ke kampus.

10:07 AM

Hari masih pagi, namun sekujur jiwanya merasa sangat lelah.

Lebih lelah dari saat ia harus bekerja empat pekerjaan dalam satu hari.

Membayangkan menjalani sisa hari kerkutat seperti mayat hidup menyelesaikan kelas-kelas dalam deret jadwal, ia bisa benar-benar berubah tak bernyawa di penghujung hari.

“Aku bisa gila.”

Nari memutuskan pergi, ke satu-satunya tempat melarikan diri baginya.

**

“Baru hari pertama dan kau sudah bolos,” Jae berjongkok mensejajari Nari di depan pintu apartemen. Gadis itu mendongak dari topang lipatan tangan.

“Jangan suruh aku kembali. Tempat itu tidak jauh berbeda dengan rumah,” pitam Nari sirat nada putus asa memelas.

Lolong napas berat Jae menghempas, sekuat apapun tameng Nari gadis itu tetap saja wanita yang tak bisa dipeta tindak tanduk serta perasaannya.

“Maaf aku mengganggu latihanmu yang sedang sibuk,” sirat air wajah Nari nampak agak merasa bersalah, tiba-tiba saja menodong kehadiran laki-laki itu tanpa repot-repot bertanya ketersediaan waktu luang.

Jae berdiri, mengulur lengan panjangnya pada Nari, “Kau lapar tidak? Aku tidak sarapan tadi pagi.”

Nari mengangguk pelan. Menurut apa saja gerak gerik Jae. Bangkit bertatap wajah dengan laki-laki yang entah kenapa menjuluki dirinya sendiri dengan tokoh animasi anak ayam.

Jae mendekat, menaut kedua lengannya pada bahu Nari sementara salah satu tangannya menepuk-nepuk pundak gadis itu pelan.

“Kau terlalu kuat untuk menyerah hanya karena urusan kuliah.”

Ganti lolong panjang desau berat napas Nari yang berhambur.

“Jae.”

“Hmm?”

“Kau belum mandi dari kapan?”

==

HAHAHAHAHA maaf akhirnya zonk. Ini cerita curhat tipis-tipis.

Advertisements

One Reply to “One of These Days”

  1. IH JAE BUSUUUUUUUUK! /disepak Nari/

    Warbyasah aku kira si Nari bakal bergalau ria lagi, eh kena jebakan batman. Dan aku kira Nari juga bakalan giat, tahunya tetep kabur ke pelukan raja ayam mesyrahnyaaaaa~~ Okelah, sebagai fans yang hanya bisa menunggu, memaksa dan berdoa; MOHON DIPERPANJANG FIKSINYA LIII KANGEN MEREKA TAHU T_T Kangen megap-megapnya Jae juga kalau Nari udah berdua bareng simpanan, duh.

    Makasih fiksinya Li! Kelanjutan ditunggu sangat dengan hati yang lapang dan lebar.

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s