Paper Plane

with,

Nanomura Keikou (OC) – Yoon Dowoon (DAY6)

..

..

sky.l

..

..

“Maaf, tapi kurasa aku tidak bisa datang. 
Lagi pula aku harus latihan selesai dari cafe.”

Matanya tak beranjak dari pesan singkat yang masuk selang beberapa menit sebelum semua orang kembali berjingkat kesana kemari memastikan tidak ada yang kurang.

Seperti yang ia perkirakan. Ya sudahlah.

“Oi, Dowoon-ah,” Brian membawa sekotak bekal yang dibagikan manajer namun lupa diambilnya.

“Oh, terima masih hyung,” Dowoon tersenyum, membiarkan pesan itu menelusup hanya di dalam kotak masuknya, tidak ikut ke dalam sisi-sisi otak. Begitu wacana yang ia canangkan, tapi teori tak pernah seindah praktik sungguhan.

Jae terlihat sumringah tanpa henti. Tentu saja. Nari yang tidak pernah mau sekali pun menampakkan batang hidung di antara busking atau penampilan mereka selama dua bulan belakang dengan ajaibnya mengiyakan ajakan untuk datang ke konser tunggal perdana mereka. Nari noona yang dibujuk saja harus diberi embel-embel imbalan. Sulit untuk tidak merasa iri karenanya.

Bisa apa lagi ia kalau gadis itu punya prioritas yang lebih krusial ketimbang melihat penampilannya? Selama ini juga tukar percakapan mereka hanya sejauh rekomendasi menu spesial yang disajikan cafe tempat gadis itu bekerja tiap harinya. Sekarang yang bisa ia rutuki hanya dirinya yang kelewat canggung sekedar mengumbar pembicaraan bermutu.

Oppa,” Dowoon tak sigap sekitar, tak sadar segerombol gadis-gadis juniornya masuk ruang tunggu tampak membawakan beberapa bingkisan. “Good luck untuk penampilanmu. Maaf soal Kei.”

Dowoon menggeleng, ikut tak enak melihat raut wajah Momo yang tampak bersalah. Tempo hari gadis itu memang berjanji membujuk Kei untuk mengiyakan ajakannya. Tapi apa boleh buat, hapkido lebih penting diatas apapun bagi gadis itu.

“Tak masalah. Mungkin memang dia sibuk.”

“Tapi tetap saja, apa salahnya membolos latihan sesekali. Anak itu,” Momo menggerutu tak tentu. Dowoon hanya terkekeh. Setidaknya Momo bisa mengomel bahkan marah pada gadis itu. Sedangkan dirinya? Kesal pun rasanya terlalu berlebihan pada batas ‘hubungan’ yang mengitar mereka.

“Day6 stand by!” teriak koordinator konser menggema memecah bising ruang tunggu. Memerintahkan keenam laki-laki yang dimaksud untuk segera menuju posisi destinasi masing-masing.

Hwaiting!” sorai riuh mengiring begitu jejak keenam orang tersebut menuju panggung.

Mungkin lain kali, pikir Dowoon. Sebelum tirai hitam di hadap tersibak.

**

Penampilan mereka selesai dengan memuaskan. Lebih dari ekspektasi yang dibayangkan.

Meskipun dalam diam Dowoon merutuki ilusi tolol yang bermain dalam jarak pandang saat konser berlangsung. Bisa-bisanya ia mengkhayal Kei berdiri di paling belakang kerumunan penggemar mereka, diam tak berjingkrakan layaknya penonton lain. Kepalanya terlalu berkonspirasi dengan keinginan yang tersampaikan itu.

“Waah… lihat, bahkan penggemar-penggemar kita bisa menulis lirik puitis begini,” Junhyeok masih sibuk membaca satu persatu pesawat kertas yang selepas konser dipungutinya di pelataran penonton.

Dowoon ikut mengambil beberapa, kebanyakan berisi tulisan-tulisan tipikal penggemar yang selalu menyebutnya menggemaskan.

“Dowoon-ah, kurasa ini dari penggemarmu,” Junhyeok mengangsurkan satu kertas berwarna putih kumal -berbeda dengan kertas lain yang seharusnya berwarna-warni.

Hi Dowoon, 
I like those beats. Anyway great performance. 
-K

Ia tidak hanya membayangkan dalam ilusi. Kei benar-benar ada disana, di tengah kerumunan seperti yang ia lihat. Kepalanya tidak merunut fatamorgana.

Kelumit yang bergumpal meletus seperti gelembung balon-balon.

Dowoon menyelipkan rekah sudut bibir yang terlalu kentara karena Wonpil yang duduk di sampingnya menyiku penasaran apa yang membuatnya tersenyum tiba-tiba.

“Apa? Dari siapa itu memangnya?” seru Wonpil, berusaha mencuri lihat kertas yang segera Dowoon lipat kembali.

“Seseorang.”

Ia berjanji, esok ia tidak akan ambil pusing dan mengusung pembicaraan berpotensi kali ia mengunjungi cafe tempat Kei bekerja.

=end=

note :

lalalalalala~ bukannya malah nyelesain Double Trouble tapi malah bikin OC baru sama si emesh-emesh maknae Day6 satu ini. ampun ampuuuun, saya hanyalan manusia biasa yang tak kuasa pada hasrat pipi bakpao Dowoon. maaf kalau bahasanya kaku dan nggak ekspresif, saya lagi seret inspirasi akhir-akhir ini huhuhu. maaf juga kalau perkenalan pairing ini terasa garing.

Advertisements

One Reply to “Paper Plane”

  1. satu lagi pasangan cimit nan unyu yang rasanya pengen aku bawa pulang ke kosan /cubitin pipi dowoon & kei/

    walaupun kei ga muncul secara terang-terangan di fic ini tapi asdfghjklweouidncsmdlofoaz pas dowoon baca pesan pesawat kertas dari kei ini kakak senyam senyum gaje sendiri, gimana si dowoon ya hahaha. ih gemes banget! dari yang dikira ga bakalan dateng ternyata dateng juga, itu dowoon seneng banget pasti, mungkin pulang ke dorm dia ga bakal bisa bobo aih aih~

    kei deket sama momo ya ini? kei, nanti tolong ya, tolong banget, sampein salam dari tiara buat momo, bilangin tiara suka banget liatin dia ngedance hahahaha

    trus, dowoon, sering-sering loh ya dateng ke cafe tempatnya kei kerja /modus dari emaknya nathan biar cafenya rame pengunjung/ nanti dikasi diskon deh spesial buat dowoonie /lalu dipelototin nathan/

    ditunggu kelanjutan dowoon-kei nya ya li! ditunggu banget ini interaksi mereka berdua, oke?

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s