Double Trouble #2

 

Im Nari (OC)

..

..

sky.l

..

..

Menyapa alam bawah sadar hanya membuat tubuhnya terasa seperti berdiri tak tegap pada badan kapal oleng di tengah laut. Lebih mengesalkan rasanya dari pada saat ia tengah direngkuh sekujur alkohol dalam seluk beluk sistem yang bertumpang tindih dalam tubuh.

Beruntung waktu shift masih cukup lama untuk segera dijajal dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Surya sudah bermain di atas tahta, sementara perutnya yang terakhir hanya diasup dua mangkuk mie instan sudah menguak rengek.

Berkutat di dapur sama sekali tidak terdengar menjanjikan, Nari meraih susun kartu nama restoran yang berserak di laci nakas sembari bersyukur betapa jenius orang yang memiliki ide membuat layanan makanan antar.

Eonnie,” belum jempolnya menjamaah tombol panggilan, ketuk di pintu yang ia tahu adalah Sena menghambat gerak beraturnya. “Ada tamu untukmu?”

“Siapa? Junhyeok? Suruh pulang saja,” sahut Nari, meneruskan bisnis yang mengancam kelangsungan kesehatannya.

“Bukan,” suara Sena semakin tak terdengar.

“Huh? Siapa katamu?” Nari beranjak, mengapit ponsel dengan sebelah bahu sementara tangannya memegang gelas kosong serta meraih kenop pintu kamar.

“Ibumu. Ada ibu dan adikmu di ruang tamu.”

Terlalu dramatis memang, tapi erat tangannya pada pegangan gelas merosot begitu sahut Sena menancap jelas ke indra pendengaran.

Rasanya mimpi buruk semalam masih berkelanjutan di alam sadar. Beruntung gelas yang jatuh bukan pecah belah.

 

**

Terakhir kali berhadap wajah dengan orang yang secara harfiah ia panggil ‘Ibu’ tersebut adalah tiga tahun lalu. Saat Nari membutuhkan uang tambahan akibat merusak mobil temannya yang menabrak pembatas jalan –mau tidak mau ia mendatangi kediaman keluarga Im di Busan yang lebih seperti masuk ke lubang nereka baginya.

Sebagai ganti ia harus mau hadir dalam ulang tahun perusahaan. Yang mana tidak sampai pada acara pemotongan kue, Nari segera melarikan diri karena sang Ibu menariknya kesana kemari menunjuk beberapa pria yang siap menjilat untuk ukir jalan mulus pangkat kerja.

“Kau tidak kuliah?”

“Tidak,” sahut Nari, berusaha keras menahan kesal yang tahu-tahu mencokol karena wajah wanita paruh baya di hadapnya tampak begitu tenang. Seolah tak berpoles dosa akan perbuatannya sepanjang hidup Nari.

“Masih kerja serabutan?”

“Hidupku. Urusanku,” tekan Nari pada tiap katanya.

Wanita itu mendesah pelan, “Kau masih tidak ingin pulang ke rumah?”

Nari mengumbar dengus cemooh, “Rumah? Sejak kapan ada penjara yang disebut rumah?”

“Na-ya…. kau tahu apa ya—“

“Kenapa kesini?” potong Nari, tahu apa terus kalimat yang ibunya siapkan.

Wanita yang tak tertarik menyentuh cangkir teh di hadapnya itu tersenyum singkat, “Paman Yoon sedang sakit. Anak-anaknya baru akan datang seminggu lagi karena semuanya berada di luar negeri. Ibu akan kesana sampai Paman Yoon pulih.”

Paman Yoon adalah paman ibunya yang sudah seperti ayah sendiri karena kakek Nari meninggal jauh sebelum Nari lahir. Pantas wajah ibunya tampak kuyu dan sedih.

“Ibu tidak tahu sampai berapa lama Paman Yoon akan pulih. Tapi sepertinya bisa sampai satu dua minggu,” jemari yang mulai tampak keriput ditaut tak tentu. “Ayahmu sedang sangat sibuk dan jarang berada di rumah. Ibu tidak tega meninggalkan Raehyung sendiri.”

“Bisa kan kau menjaga Raehyung sampai ibu kembali?”

Rahang Nari melorot. Matanya mengerjap tak tentu, memastikan yang baru saja meluncur dalam otaknya bukan delusi semata. Namun begitu sosok yang baru saja masuk dalam pembicaraan merekah ujung bibir lebar sembari menyodorkan sekarton susu padanya, ia sadar, ia sudah bangun dan tidak sedang berada di ambang bawah sadar.

Noona.”

=tbc=

NAAAAAAH KAN

jadi, Raehyung itu adenya Nari. Ga mirip ya? Emang. wkwkwk

Adenya yang ditinggal kabur begitu lahir. Jadi sepanjang eksistensi itu ade, sejujurnya Nari baru sekali liat doang, jahat ya?

Iya, pokoknya anak imut imut itu adenya Nari, bukan anak simpenan sama mas reza rahardian kok tenang aja.

 

 

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s