GIFT

G  I  F  T

..

Johanne x Joo Heon

all.want.candy © 2015

Canon || Drabble

Where is my gift, Han?”

..

Joo Heon baru saja meletakkan ponselnya, dua pesan masuk lewat email malam ini dan itu semua demi mengucapkan selamat atas hari kelahirannya–sayang satu orang yang sedari tadi ditunggunya tak memberinya salam. Jemari-jemari tangannya mengacak cepat surai-surai merah yang masih setengah basah, antara frustasi atau jengkel, yang mana saja ia tak terlalu peduli.

Seakan tau apa yang ia inginkan, Tuhan memberinya sebuah getaran kecil dan bunyi sayup-sayup. Sebuah pesan masuk–dari yang telah dipikirkannya seharian ini.

From: Hanne
Sent: 23:35, Oct 06

Hey

It’s me again

From: Hanne
Sent: 23:35, Oct 06

Sorry for bothering you, just wanna send you something

Don’t laugh

From: Hanne
Sent: 23:36, Oct 06

2 Pictures received

Penasaran, Joo Heon membuka pesannya, menemukan foto sebuah kotak hitam berukuran 20cm kali 20cm yang diikat pita emas, sebuah tulisan timbul pada bagian atas kotak menujukkan merek, namun yang menarik adalah sebuah tulisan gandeng yang mengukir namanya. Pada foto kedua, terlihat isi dari kotak misterius itu, sebuah botol plastik berbentuk tabung dan botol parfum dengan bentuk geometris yang tampak mewah.

Belum sempat mengetik jawaban sebuah pesan lain masuk.

From: Hanne
Sent: 23:39, Oct 06

Ada yang ketinggalan

What do you think?

From: Hanne
Sent: 23:39, Oct 06

1 pictures received

Kali ini foto sebuah gelang. Gelang itu terdiri dari lempengan mengkilat yang mungkin adalah platina atau perak dan diikat oleh tali velvet hitam yang berjalin. Joo Heon masih saja berotak tolol sebelum ia menyadari sesuatu, namanya terukir disana, pada lempengan gelangnya.

Bunyi pesan lain.

From: Hanne
Sent: 23:42, Oct 06

Maaf aku belum sempat memberimu apapun

anw, Happy Birthday

God bless you…

From: Hanne
Sent: 23:42, Oct 06

Aku masih belum terlambat kan?

ps: hadiah ini limited edition, kau tidak akan percaya

Senyum dengan cepat mengembang disana, Joo Heon menyukai apa yang baru saja didapatnya. Lalu tanpa ragu ia membuka mulut untuk meminta sesuatu dari managernya, tanpa berniat membalas pesan yang telah masuk.

Hyung, aku ingin sesuatu…”

..

Jam berdetak cepat sekali, dan kini sudah kurang 5 menit sebelum hari berganti. Johanne lebih memilih berbaring malas walau sebenernya ingin sekali seseorang menekan bel apartemennya untuk berterima kasih padanya. Pesan yang tadi telah dikirimnya tak juga mendapa balasan, hanya kata read kecil yang menjadi tanda jika targetnya tahu apa konten pesannya, tapi Joo Heon bukan lelaki bodoh yang mudah untuk mengerucutkan bibir tak suka karena dirinya telat mengirimkan ucapan selamat.

Fuck…” umpatannya teredam bantal, mungkin tahun ini ia akan menambahkan nama Lee Joo Heon ke dalam daftar orang yang membencinya–daftarnya mungkin sekarang telah sepanjang 10 meter.

Memasang headphone, menutup mata lalu tenggelam dalam dunianya sendiri, tak peduli apa yang akan terjadi besok, Johanne tak akan memikirkan masa depan–itu klise menurutnya.

Klise untuk mengharapkan masa depan dengan seseorang yang kini telah masuk dalam daftar pembencinya.

“Sial.”

“He, kau menyesal ya?”

Terlonjak kaget luar biasa, hingga sepasang matanya menangkap bayangan Joo Heon yang kini duduk dipinggir kasurnya, wajahnya tampak lelah namun ada sebuah senyum kecil disana, “Hey, hey, ini aku!”

“Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau…?” masih takut dan terkejut hingga tak sadar nafasnya berantakan, Johanne menyuarakan hal paling umum yang biasa ditanyakan.

Joo Heon tertawa dengan suara khasnya, sebelum kembali memandang Johanne, “Kau lupa? Aku sudah tahu password-nya.”

“Aku menggantinya kemarin!”

“Aku tahu, mana bisa aku lupa angka password-nya? Itu angka kemarin!”

Johanne terhenyak, “Kau tahu angkanya?”

Seringai lebar Joo Heon menjadi jawaban pasti.

“941006.”

Diam ditemani sunyi, begitu juga mulut yang tak bisa menjawab. Dua netra Johanne hanya memandang tak jemu Joo Heon yang mencari-cari dimana hadiahnya. Hari itu ia tahu, memikirkan masa depan mungkin bukan hal yang klise–terutama saat Lee Joo Heon ada di hadapannya.

“Mana hadiahku? Kenapa kau jahat sekali Han-yaa!!”

Rengekan itu menghancurkan momennya.

“Diam atau ku bunuh kau diumurmu sekarang!”

..

“Hoo!”

Berkali-kali Joo Heon bereaksi senang, bukan hanya karena hadiah istimewa yang diterimanya tapi juga karena kepuasan atas obsesinya. Oke, obsesinya pada baby powder memang sudah  keterlaluan.

“Aku tahu kau pedofil, jadi aku memberimu ini.”

Joo Heon mengerang kesal, “Aku bukan pedofil! Aku hanya suka baby powder!!”

Whatever….”

Mereka tak berjarak jauh, mungkin hanya dua buah bantal yang membatasi keduanya, itu juga sebelum Joo Heon bergerak mendekat lalu mengunci tubuh mungil Johanne dengan sebuah pelukan erat pada pinggangnya, “Hup! Kau tidak boleh lari!”

“Apa sih maumu?” berontak dengan wajah merah padam, bisa-bisa ia ditertawai orang seluruh dunia, tapi lagi-lagi–Johanne tak peduli.

“Mauku?” Joo Heon diam sejenak pura-pura berfikir, “Aku ingin menghukummu!” nadanya main-main tapi berbeda dengan tindakannya–ia serius.

“Apa maksudmu Joo–“

Bibirnya dibungkam, tubuhnya direngkuh dalam pelukan erat, nafasnya dipatahkan dengan dominasi yang berbahaya. Johanne mendapat hukumannya hari itu dan Joo Heon tak perlu menahan diri. Keduanya berpisah saat oksigen menjadi barang mahal.

Where is my gift, Han?” pertanyaan diikuti nafas memburu, tapi otak Johanne yang ditanya tak berfungsi baik.

You already get it, Joo Heon,” kecupan lain di ujung bibir membuatnya pusing, harusnya sejak dulu Johanne sudah tau alasan mengapa Lee Joo Heon bertugas untuk menjadi sisi liar bagi grupnya.

Kekehan Joo Heon yang bernada rendah memaksa Johanne menjauhkan telinganya–akan jadi masalah jika suara itu memenuhi tiap sudut otaknya, “You’re wrong, Han.”

Bingung, Johanne mengangkat kepalanya, bertemu pandang dengan sepasang mata milik Joo Heon yang disukainya.

What do you–“

Tak membiarkan ada kata yang keluar dari katupan bibir Johanne, kecupan lain menutup bibir gadisnya rapat-rapat.

Lalu seringainya menjadi senyum tulus.

Ia berbisik.

My gift is your heart.”

..

END.

..

A/N: AKHIRNYA JADI ASTAGA!! AKU PUSING BANGET INI UDAH JAM 11 ASTAGA!! anw…. maaf buat alur yang kecepetan, bahasa yang amburadul, dan typo dimana2…. okay, this is it Double J couple hahaha!!

all.want.candy © 2015

Advertisements

One Reply to “GIFT”

  1. KAAAAAAK NAD /megapmegap/
    TANGGUNG JAWAB AKU BISA DIABETES INI.
    SOALNYA
    JOOHOEN
    MANIS
    IMUT
    BANGET
    MINTA
    DIPITES
    MASYALLAH

    bisa apa hati ini kak si abang ulang tahun dapet kado idaman dari pacar trus disosor eeeeh

    “My gift is your heart.”

    AKU. GA. BISA. NAPAS. KAK. TULUNG.

    si imut amit serius gitu jadi berasa semriwing gimanaaa gitu. ceritanya terlalu menghanyutkan aku ga sadar disebalah mana ada typo sama sekali hihihi aku ketagihan kan ini berdua bikin nyandu banget walo cuma sekilas doang ceritanya huhuhu.

    ditunggu lagi yang manis-manis dari mereka berdia.

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s