Failed Confession

24f817c36e5767c715907cfac0ef1fcc

Jung Taekwoon (VIXX) – Ryu Eunhee (OC)

Canon – fluff – Ficlet

presented by Rinchan

10:00 AM

“Baik, nanti akan saya sampaikan pada direktur.”

Eunhee menutup telepon, suaranya dibuat sedemikian halus agar terdengar sopan. Banyak orang yang ingin berada di posisinya, menjadi sekertaris perusahaan besar tanpa perlu bersusah payah melalui interview, Eunhee rela bertukar dengan orang lain yang menginginnya posisinya namun sepertinya itu tidak akan pernah terjadi.

Ia mengambil buku catatan yang selalu dibawanya kemanapun. Yah, Ryu Eunhee sekarang resmi menjadi seorang sekertaris. Eunhee lelah terus mendengar bujukan appanya hingga akhirnya ia setuju, namun dengan satu syarat, ia pergi dengan kendaraan sendiri. Gunjingan tak luput darinya, hanya karena ia seorang anak direktur dan langsung mendapat posisi tinggi, beberapa orang selalu menatapnya dengan tatapan meremehkan.

“Bahkan bukan mauku aku berada disini.” Gumam Eunhee.

Telepon kembali berbunyi, “Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” Ujar Eunhee dengan lembut. Alisnya bertaut ketika tak ada jawaban, hanya ada suara helaan napas pelan. ia menjauhkan gagang telepon tiba tiba sebuah suara terdengar, “Kau tak pernah berbicara selembut itu padaku.” Ujar seseorang di telepon.

Ah! Eunhee tau siapa dia. Eunhee berdeham sebelum mendekatkan kembali gagang telepon, “Hubungi ke ponselku, Taekwoon-ssi.” Ucap Eunhee.

“Kalau tagihan teleponku membengkak hanya karena harus menghubungimu ke nomormu yang lain, kau yang membayarnya.” Ujar Taekwoon datar.

“Berlebihan, oh, akan ku hubungi nanti. Bye, darl.” Eunhee menutup gagang telepon dengan cepat. Gelak tawa keluar dari bibirnya, darl? Sejujurnya ia sangat jarang menggunakan kata pengganti itu, hanya ketika saat menggoda Taekwoon, bisa dipastikan wajah kaku Taekwoon semakin bertambah kaku.

.

.

.

05:00 PM

“Panggilan aneh apa itu?”

Eunhee tersentak ketika melihat Taekwoon berdiri di depannya. “Lho, sedang apa kau disini?” Tanya Eunhee. Penampilan Taekwoon sudah seperti seorang pencuri yang menyamar, pakaiannya serba hitam dari atas ke bawah. Taekwoon hanya menatap malas.

“Jadi… kau kesini untuk menemuiku?” Eunhee menggelayut di lengan Taekwoon tanpa malu, senyumnya mengekspresikan bertapa bahagianya seorang Taekwoon mau menjemputnya.

Taekwoon tersenyum tipis dibalik maskernya. Gadis ini… bisa meruntuhkan tembok gengsinya hanya dengan sentuhan ringan. Walaupun ekspresinya bak robot, namun hatinya sehangat musim panas. “Jawab aku. Panggilan tadi pagi, apa maksudnya? Kau menggodaku, ya?” Tanya Taekwoon pelan.

Eunhee menjentikkan jarinya, “Jangan bilang kau tersenyum ketika ku panggil…. Darl?” Ujar Eunhee sambil meneliti mata gelap Taekwoon.

Taekwoon segera menjauhkan wajahnya, ia tak tau dengan siapa Eunhee berteman hingga kini gadis itu menjadi ‘berani’, bukan Eunhee yang malu malu waktu pertama kali ia kenal. “Dalam mimpimu,” Taekwoon menjauhkan wajah Eunhee dengan telunjuknya.

Sudut mata Taekwoon menangkap Eunhee terlihat sangat berbeda dalam pakaian formal dengan rok span dan jas. Tak ada kesan kekanakan seperti ketika Eunhee hanya memakai kaos dan celana jeans. Sejujurnya ia sedikit tak suka dengan rok yang terlalu tinggi diatas lutut Eunhee.

“Besok jangan pakai rok itu lagi, lebih baik kau pakai celana panjang.” Ujar Taekwoon to the point.

Eunhee menatap dirinya sendiri, “Eh? Kenapa? Ini masih wajar kok.” Kata Eunhee.

Taekwoon menghela napas, kepala batu. Itulah panggilan yang pantas untuk Ryu Eunhee, “Ayo pulang, sebelum kita semakin menarik perhatian rekan kerjamu.” Sontak Eunhee menoleh kebelakang, ia menahan napas ketika rekan kerjanya menatapnya sambil tersenyum. Eunhee segera menarik tangan Taekwoon menuju parkiran.

Eunhee menyerahkan kunci mobilnya pada Taekwoon, ia mendahului Taekwoon masuk ke dalam mobil. Ia tak bisa membayangkan besok akan banyak pertanyaan perihal dirinya dengan pemuda yang berpakaian serba hitam. “Ah, aku bisa gila.” Kata Eunhee sambil mengacak rambutnya.

“Jung Taekwoon, mau minum bersamaku?”

.

.

.

.

09:00 PM

Taekwoon membopong tubuh Eunhee yang mulai hilang kesadaran. Tangan kirinya berusaha memasukan kode  apartemen Eunhee dan tangannya yang lain menahan tubuh Eunhee agar tak jatuh. Kedua tangan Taekwoon kembali menahan tubuh gadisnya setelah terdengar bunyi pintu terbuka.

“Bahkan ketika mabuk kau menyusahkanku, Eunhee.” Gumam Taekwoon.

Ia membawa gadis itu ke kamarnya dan dengan hati hati menaruh tubuh gadis itu diatas kasur. Perlahan ia melepaskan kedua heels Eunhee.

“Jung Taekwoon.” Ujar Eunhee yang tak sadar.

“Jangan laporkan aku pada appa, aku sudah menuruti kemauannya.” Lanjut Eunhee.

“Ya, aku tidak akan melaporkanmu.” Jawab Taekwoon sambil terkekeh.

Eunhee meraih guling disampingnya dan memeluknya erat, mungkin gadis itu membayangkan dirinya sebagai guling yang di peluknya, “Kau terlalu percaya diri,” Ujar Taekwoon pada dirinya sendiri.

Tiba tiba gadis itu terduduk, melihat ke arahnya dengan senyum manisnya, “Kau!” tunjuk EUnhee pada dirinya. Alis Taekwoon bertaut, ia memundurkan langkahnya mendekati tempat tidur, dan menunggu racauan Eunhee selanjutnya.

“Aku bertemu seseorang yang kaku seperti robot, tapi aku suka melihat wajahnya.”

“Dia bahkan jarang tersenyum, dia menyeramkan. Tapi aku menyukainya.”

“Kata katanya setajam pisau, tapi aku tetap menyukainya, sangat menyukainya.”

Eunhee berusaha berdiri, dengan tubuh yang sempoyongan Eunhee berjalan ke tempat Taekwoon berdiri, “Tenang, aku bisa jalan sendiri.” Racau Eunhee

“Kau! Aku akan memberikan sebuah rahasia padamu, tapi jangan beritahu Jung Taekwoon.”

Eunhee berjalan mendekatinya, Taekwoon yang sejak tadi diam hanya menunggu apa yang akan dilakukan Eunhee selanjutnya. “Kau harus berjanji!” Ujar Eunhee sambil mengangkat jari kelingkingnya, Taekwoon segera menautnya kelingkingnya di jemari itu.

“Aku…”

Eunhee mendekat. Taekwoon menahan napas ketika tangan Eunhee melingkar di tubuhnya, bahkan dia memeluk erat Taekwoon. “Aku… “ Ujar Eunhee lagi. Seharusnya Eunhee bisa mendengar betapa cepat detak jantungnya saat ini.

“Aku sangat mencint— Hoek!”

Dan kemudian Taekwoon hanya bisa pasrah.

  • – CUT –

Haloh. gimana? agak absurd ya? Review Juseyoooo~~~ 

-Rinchan

Advertisements

One Reply to “Failed Confession”

  1. haloooo eunhee, akhirnya kamu sama abang leo mengambang lagi (?)

    Hahaha duuuh eunhee jangan sampe jadi temen minumnya nari ya, bisa bisa nyusahin orang sekampung kalo udah ga sadar wkwkwkwk kasian kan paca-pacar teraniaya mereka.

    Omong-omong bahasa kamu makin enak rin. Beberapa masih terasa monoton kalau aku pribadi, mungkin bisa di tambah-tambahin deskripsi atau perumpamaan lain nggak melulu rentet kejadian adegan. tapi ceritanya tetep unyu bangets kok.

    Ihiiiy, aku mau juga dong dijemput sama abang robot. nggak nyangka manusia purba satu ini bisa juga romantis ternyata. baik lagi mau nganterin sampe apartemen.

    hehe segitu aja sih aku. ditunggu pairing pairinga yang lain yaaaaa

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s