See the Light

see-the-light

See the Light

Royal Pirates Moon Chul

|| AU – Hurt/Comfort – Epistula – Ficlet ||

©KARASU

.

.

Mungkin ini sudah kali keseratus dia tergelincir dalam usahanya berdiri tegak. Gagal menapak tanah karena sama sekali tak ada tenaga untuk menumpu sebagian tubuhnya. Sementara tongkat penyangga yang jadi pendampingnya selama beberapa pekan ini tergeletak satu meter di belakang.

Dengan rahang yang mengeras, dia mengepalkan buku-buku jari hingga memutih pucat. Diam dalam amarah yang menguar dalam sudut jiwa. Mengutuk dirinya yang begitu rapuh tanpa daya. Menyesali kejadian lalu yang sudah merenggut sebagian fungsi syaraf tubuh bagian kirinya. Dia lumpuh, setelah tragedi di malam berselimut rinai hujan kala itu.

Bukan hanya sekujur tubuh bagian kirinya yang lumpuh, mimpi selangitnya menjadi seorang musisi terkenal pun ikut terhempas tanpa bisa digapai. Dia harus rela menyimpan gitarnya di sudut gudang penuh debu. Dia harus rela kehilangan waktunya beradu dengan irama musik di pinggiran kota. Sekarang dia tak ubahnya seperti tikus got yang mendekam dalam gelap, mengais untuk sesuap cahaya pagi.

Dunia memang begitu mudahnya mempermainkan nasib manusia. Hidupnya yang dulu penuh tawa dan harapan, seketika berubah menjadi keputusasaan tanpa ujung yang pasti.

Berapa kali dia harus berjuang demi secuil harap semu. Berjalan tegak penuh percaya diri pun kini dia tak mampu. Mungkinkah ini waktu yang tepat baginya untuk menyerah? Tak ada gunanya berjuang mati-matian jika pada akhirnya dia harus menahan perihnya jatuh terpuruk.

“Paman.”

Suara seorang gadis kecil membuatnya mendongak. Penghuni bangsal sebelah yang pernah dia lihat tempo hari. Korban tabrak lari yang harus rela kehilangan satu kakinya diamputasi di usianya yang begitu belia.

“Ayo berjalan bersama.”

Satu tangan gadis kecil itu terulur melewati tongkat penyangga yang menopangnya. Tentu dengan sebuah senyum riang yang tak pernah luput dari parasnya.

Dia harusnya malu pada dirinya sendiri. Pada gadis kecil itu. Juga pada dunia yang kini tengah menyeringai penuh ejek.

Tidak seharusnya dia melepas harapan yang nyatanya masih bisa dia genggam. Tidak sepatutnya dia berhenti berjuang pada takdir yang sebenarnya bisa dia ubah. Jika seorang gadis kecil masih bisa tersenyum dengan satu kaki tersisa, bukankah dia harus lebih bersyukur? Tuhan masih berbaik hati padanya, berkenan memberi kesempatan yang jauh lebih besar dibanding gadis kecil itu.

Lantas dia meraih uluran tangan si gadis kecil.

Detik itu, dia kembali tersadar. Di tengah gelap yang mengepungnya kini, dia masih bisa melihat setitik cahaya pagi.

-fin-

notes:

ehem, sebelumnya maafin saya kalo fiksi ini amburadul soalnya bikinnya juga kilat wkwk

gara-gara dengar kabar sejuk dari royal pirates yang lagi persiapan bikin album baru setelah sekian lamanya menanti ((eaa)) ((lebay))

jadi anggap aja ini ungkapan rasa bahagia saya haha

terimakasih sudah membaca! 😀

Advertisements

3 Replies to “See the Light”

  1. Abah. Aku bacanya jadi inget Hafalan shalat Delisa lho. hehehe Tapi kalo ddisini diganti jadi Hafalan Shalat Muncul (seenak jidat manggilnya)
    Aku kira pas liat poster. Ya maapin ya Bah. Hapenya layarnya pendek jadi gak jelas. Keliatannya kayak Bang Hime-chan. Aku pikir. Wah. Abah nulis Nara-hime lagi Ternyata malah paman Muncul royal pirates (Siapa itu gal? gatau abah)
    Kalo pasiennya secakep gini. Gal mau kerja di rumah sakit kalo gitu. Pasiennya dikekep gak boleh pulang. Hahahahaa
    Salah ding. Bukan hime tapi Jongup.

    Liked by 1 person

  2. …………………………kok kakak dateng-dateng bawa yang galau sih 😥 seharusnya menabur benih-benih cinta di September ceria ini, kan banyak yang kombek.

    Paman, tenang ada aku di sini. Dua bahu siap jadi tumpangan tampang tamvanmu /disepak/ /cekikikan/

    Jangan menyerah moon chul! Masih banyak cahaya di sekelilingmu, cahaya lampu, cahaya matahari, mobil, obor kampung sebelah /halah garing/ /mengsong sono lu/ atau cahaya cintaku ini /ya elah/ /gombal aja dah lu/ Dunia belum berakhir kalau kamu belum mutusin cewek /lah/ /abaikan reader kampret ini/

    TAPI IH YA KAK INTINYA AKU MAU LAGI YANG BEGINI, MORE ANGST ANGSSSSSST!!!! FIREEEEEEEEEEEEEE!! hahahaha ditunggu karya kakak selanjutnya, apa aja aku tungguin! 🙂

    Liked by 1 person

  3. kaktir maapkan daku kalau telat baca, jadi telat komen huhu T_T

    ini kenapa galaunya berasa banget sini aku bantuin jalan mas /modus/ ditabok kaktir/
    aku rela kok bantuin setiap saat wakakakaak

    kalo aku ikutan baper tanggung jawab ya kakkkk!!
    HIDUP GALAAAAUUUUU!!!

    Liked by 1 person

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s