Escape

wpid-wp-1439256163482.jpg

Jung Taekwoon – Ryu Eunhee

Lenght : Ficlet – Genre : Canon – Fluff

“Anak itu… kabur dari kantor.”

By Rinchann

Eunhee menatap pemuda yang berdiri diatas panggung bersama Ravi, sepertinya Taekwoon tak menyadari kehadirannya diantara sekumpulan staff yang sedang  mempersiapkan segala keperluan untuk acara nanti. Ia sengaja tak mengucapkan apapun tentang kehadirannya, well sebut saja sebuah kejutan untuk debutnya VIXX LR.

Igeon beautiful lie

Nae majimak geojitmal

Jemari Taekwoon bergerak dengan lincah diatas piano bersamaan dengan suara merdu yang menggema di studio. Pemuda itu memejamkan mata mengkhayati alunan musik. Ravi yang berdiri ditengah panggung terlihat begitu tampan dengan skill rap yang tak diragukan.

Aura Taekwoon berbeda jika berada diatas panggung, walaupun tak ada senyum di wajahnya Taekwoon terlihat begitu manis. Eh, apakah barusaja ia memuji Taekwoon?

Taekwoon berdiri dan berjalan ke tengah panggung. Tepat saat itu, Eunhee tercekat karena mata elang Taekwoon menemukannya. Tak ada perubahan ekspresi Taekwoon ketika ia melihat Eunhee, Taekwoon bersikap professional walaupun ia tak bisa mengabaikan rasa terkejutnya.

Eunhee mulai tenang, lagipula Taekwoon sudah tau keberadaannya. Eunhee menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil tersenyum miring. Mata Eunhee terpejam, sama seperti yang Taekwoon lakukan beberapa detik yang lalu.

Nada 3 oktaf Taekwoon menandakan lagu sudah mencapai klimaks, tak lama lagu berhenti berputar. Eunhee bertepuk tangan kecil, tak mau menarik perhatian staff yang sedang sibuk. Dilihatnya Taekwoon tak langsung keluar dari panggung, tubuhnya berdiri di pintu backstage dan matanya tentu mengarah pada Eunhee yang hanya mengendikkan bahunya dan segera keluar dari studio sebelum orang orang menyadari ada penyusup seperti dirinya.

Menyusuri gedung KBS adalah hal yang mudah, Eunhee sudah hapal seluruh gedung KBS yang bisa dikatakan cukup besar. Menjadi anak seorang pembawa berita membuatnya sering mengunjungi gedung tempat ibunya bekerja sehingga untuk mencari ruangan VIXX LR adalah perkara mudah.

Eunhee berhenti di depan sebuah pintu, sebuah kertas bertulisnya VIXX LR tertempel di pintu. Ia mengetuk pintu dan suara wanita membalas, diikuti dengan terbukanya pintu. Sookyung –nama wanita yang membuka pintu segera tersenyum begitu melihat Eunhee berdiri dengan cengiran.

“Oh, Eunhee. Masuklah,” Ujar Sookyung.

Eunhee langsung disambut dengan berbagai reaksi, di dalam ruangan memang tidak terlalu ramai, hanya ada penata rias dan beberapa asisten. Jangan lupakan Taekwoon dan Ravi. Kini Taekwoon menatapnya heran, lagi lagi Eunhee hanya menunjukan cengirannya. Para staff yang tadinya memperhatikan Eunhee kini menyibukkan diri, bahkan Ravi yang tadi tersenyum padanya kini sudah membenamkan diri dengan earphonenya. Eunhee mengerucutkan bibirnya, pasti mereka semua sengaja, pikir Eunhee.

Taekwoon bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan, “Ikut aku.” Ujar Taekwoon. Eunhee terdiam, apa Taekwoon berbicara dengannya? Sedetik kemudian tangannya sudah ditarik oleh seseorang, tentu saja Taekwoon.

Taekwoon melihat sekelilingnya, tangan besarnya segera melingkar di pundak Eunhee. Ia hanya bersikap seperti ini jika ia hanya berdua dengan Eunhee. Gadis itu menyambut lingkaran tangan Taekwoon dengan senyum jahil yang terpampang di wajahnya.

“Ini ditempat umum. Kau tidak malu? Sepertinya Jung Taekwoon yang ku kenal sangat menjunjung harga diri.” Ujar Eunhee dengan kekehan.

Taekwoon menatap Eunhee, “Jadi, kenapa tidak memberitahuku kalau kau datang, hm?” Tanya Taekwoon dengan nada rendah, nada bicara yang disukai gadisnya.

Eunhee mengusap tengkuknya. Sebenarnya Eunhee tak mempunyai niat untuk menonton Taekwoon. Kali ini Eunhee dalam rangka…. Lari?

“Bagaimana kalau aku katakana kalau aku lari dari appa?” Ujar Eunhee takut.

Taekwoon mengusap wajahnya gusar. Seingatnya, Eunhee pernah bercerita tentang dirinya yang di paksa bekerja di perusahaan ayahnya, tapi gadis itu menolak. Diumurnya yang sudah 24 tahun dan otaknya yang cemerlang seharusnya ia memikirkan kembali penawaran ayahnya menjadi sekertaris.

“Lari dari menjadi sekertaris?” tangan Taekwoon sudah tak lagi melingkar di pundak Eunhee. Pertanyaan Taekwoon terjawab dengan anggukan lemah Eunhee. Ia tahu alasan kenapa Eunhee terus menolak, dan ia tak bisa menyalahkan Eunhee.

Eunhee menatap Taekwoon penuh harap. Pasalnya, sang ayah merestui hubungan mereka dengan syarat Taekwoon harus menjadi penjaga Eunhee diluar rumah, dan meminta Taekwoon melaporkan segala kegiatannnya. “Jangan laporkan pada appa.” Ujar Eunhee.

“Hmm, baiklah. Ayo kita kembali.”

.

.

Eunhee menatap horror ponsel  Taekwoon yang bergetar. Ia segera menarik Taekwoon yang sedang menghadap kaca, “Taekwoon-ah,” Ujar Eunhee panik. Taekwoon mengikuti arah pandangan Eunhee pada ponselnya yang bergetar karena panggilan masuk. Telepon masuk dari Tuan Ryu, pantas saja Eunhee panik. Dengan santai Taekwoon menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

Yoboseyo, sajangnim.”

‘Apa anakku sedang bersamamu?’

Taekwoon melirik Eunhee sebentar, “Tidak, anak anda tidak bersama saya. Saya baru saja selesai bekerja. Ada apa dengan Eunhee?” Ujar Taekwoon tenang.

‘Anak itu… dia kabur dari kantor.’

“Mungkin dia berada dirumah sahabatnya. Sajangnim tidak perlu khawatir, saya yakin Eunhee akan baik baik saja.”

‘Yasudah, beritahu aku jika kau melihat Eunhee.’

BIP
“Kau aman.” Ujar Taekwoon setelah menaruh ponselnya ke kantong celananya. Eunhee menghela napas lega, ia menghempaskan tubuhnya di sofa. Butuh waktu agar sang manager mengijinkan Taekwoon pulang menaiki bus dengan alasan keamanan, namun berkat Eunhee yang ikut membantu akhirnya manager mengijinkannya.

“Jantungku selalu berdetak cepat setiap kali mendengar nama appa.” Ujar Eunhee sambil menarik napas dan membuangnya.

“Setidaknya dengan bekerja, otak jeniusmu itu bisa berguna.” Ucap Taekwoon sambil tersenyum miring. Eunhee mendengus kesal lalu melempar bantal kecil disampingnya.

“Diam kau.” Sungut Eunhee kesal.

“Oh, oke. Kalau begitu akan ku telepon tuan Ryu.” Taekwoon dengan santai mengeluarkan ponselnya, memberikan tatapan jahil pada Eunhee, dengan cepat Eunhee ingin merebut ponsel Taekwoon namun gagal.

“Awas kau! Pulanglah sendiri!” Eunhee menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan. Taekwoon buru buru berdiri, memperhatikan penampilannya sekilas, topi dan masker sudah terpasang sempurna. Taekwoon segera berlari keluar ruangan dengan tawanya yang menggema di lobi.

END

Hi! Lama tak berjumpa! Maapkeun kalo karakter Taekwoon agak melenceng sama aslinya 😦

-Rinchann

Advertisements

2 Replies to “Escape”

  1. RINCHAN!!!!
    akhirnya eunhee-leo debut canon stage! ((tiup terompet)) ((nyalain kembang api)) ((tebar kembang melati))

    eunhee nyusup KBS kok ga ngajak ngajak sih?? eunhee neechan kapan2 kalo mau nyusup lagi jangan lupa calling aku dulu ya nanti aku temenin ((siapa lo tir)) (( ga usah banyak minta deh))

    ‘Taekwoon melihat sekelilingnya, tangan besarnya segera melingkar di pundak Eunhee.’
    ADUH MAS LEO BISA AJA DEH KALO MAU NGAJAK BERDUAAN
    trus melingkarkan tangannya di pundah eunhee aduh meleleh, si robot singa bisa juga romantis gini kalo sama pacar, mana pake senyum senyum jahil duh eunhee jantungnya masih sehat kan itu?

    wah ternyata leo juga udah kenal sama papanya eunhee, wah nanti kalo udah pensiun jadi idol bisa langsung tancap gas ke pelaminan nih ((ikutan tersenyum jahil ala jung taekwoon)) jangan lupa undangannya! vvip! wajib!

    sering sering bikin fic eunhee leo ya rinchan ❤

    Like

  2. Waah. BangLe yang kaku kayak tiang listrik jadi lembut disini. Kekuatan Harta Tahta Wanita ternyata bisa melelehkan kekakuan BangLe. Kayak BangLe yang meluluhkan hatiku. Hancur berkeping. Remuk jadi serbuk. (Oke Alay)
    Ini Kereen. Lama nggak menjelajah disini. Uda banyak yang antri dibaca.

    Oh iya. salam kenal ya.

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s