Rehab

Im Nari (OC) – Han Yejun (Model)

..

..

sky.l

..

..

.

.

Benda seharga dua bulan kerja paruh waktu kesana kemari itu ia lempar tanpa pikir panjang, menghempas dinding beku yang tak ada paut salah secuil pun. Tabrak kedua pada lantai polos yang terpijak membuat layarnya serta merta bertransisi wujud, petak-petak asimetris panjang seperti pembuluh darah menjalar bermotif.

Dua bulan Nari hidup dengan rutinitas normalnya. Menjaga tempo yang ia sukai tanpa melukai janji akan mendekat pada realita. Ia menyukainya. Tak berlebihan, tak pula terasa ada yang kurang. Ia menciptakan definisi normal yang ia inginkan.

Namun siapa yang bisa menerka kapan bahaya menghampiri sekedar menggoda lalu menjerat? Mungkin di kehidupan lain ia akan memilih menjadi peramal atau sekedar memiliki kelebihan untuk melihat masa depan yang tak lebih cerah dari kehidupannya saat ini.

Bermain api, mengkonsumsi racun, merusak kewarasannya tanpa terasa. Lantas tak tahu harus berlari kemana untuk menyelamatkan diri tanpa sekoci darurat. Tak ada pegangan, tak ada penawar.

“Brengsek! Mati kau ke neraka!”

Ganti gelas di kabinet dapur kini bertransformasi menjadi serpih tak berfungsi.

Nari paham apa yang dirasa para pecandu obat ilegal. Bahkan setelah bersusah payah mengalihkan diri, satu kesempatan bisa menghancurkan segala usaha yang susah payah digenggam. Satu kesempatan seperti saat ini. Dimana racunnya mencari jalan kembali, mengkontaminasi ketahanan yang ia tabung.

Satu pertanyaan itu menghantamnya keras. Membanjiri memori yang pelan-pelan ia dorong jauh agar tak terusik kembali.

Nari membenci Yejun. Membenci Yejun yang membuat rasional menjadi sesuatu yang mustahil. Membenci dirinya yang membiarkan mentalnya rusak karena laki-laki itu.

Ternyata selama ini ia memang bodoh. Seperti yang Junhyuk katakan. Bahkan Sungjin -yang notaben tidak terlalu berkomentar tentang kehidupannya, mempertanyakan apa definisi waras baginya.

Mana ada pecandu yang menolak ketika objek candunya berada tepat di depan jangkau. Mengundangnya seakan tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. Seperti dirinya bukan penyakit bagi Nari.

Seolah tidak pernah ada putus-sambung-putus hubungan yang konyol, tidak pernah ada orang ketiga keempat atau kesekian yang menjadi alternatif bodoh, tidak pernah ada bulir-bulir air mata yang mengalir, atau tidak pernah ada hal yang salah antara mereka.

Anehnya, bukan hal-hal buruk tersebut yang melingkupi kepalanya kini, tapi bagaimana laki-laki brengsek itu selalu ada untuknya kali ia membutuhkan peraduan tanpa ingin membuat orang-orang yang peduli padanya khawatir. Ya, laki-laki brengsek itu, terlepas dari semua sampul busuknya adalah orang yang senantiasa mendekapnya hangat tanpa sodor pertanyaan yang ia benci.

"Kau tidak kangen aku?"

Jawab pertanyaan itu menggema disetiap penolakan yang ia dorong. Nari pandai berdalih berbalik kenyataan, tapi ia tidak ahli melakukannya pada diri sendiri.

“Nari-a…. kenapa a—“

Ia berlari, mengekang dirinya pada tubuh laki-laki yang tak mengerti akan kekacuan yang ia buat.

“Hei, whats wrong?”

Ia tidak ingin menjawab. Ia tidak ingin memohon.Namun kali ini, ia ingin berjalan tanpa berpijak serpihan tajam. Melenggang tak berkhawatirkan cidera.

Can you save me?” 

I’m here. I’ll always be here,” laki-laki itu balas merengkuh, lembut namun erat.

I’ll try Jae. I’ll try.

“Nari-ya…. gelas kesayanganku……” Sungjin berdiri di depan pembatas dapur dan ruang tengah, memandang horor pada serpih gelas yang Nari lempar, “kenapa kau memecahkan gelasku!”

=end=

Apa ini?! Huahahaha. Tulisannya Yejun tapi Yejunnya ga nongol-nongol. Cuma smsnya doang.

Ujung-ujungnya Jae juga wkwkwk.

Anggep aja ini after story yang kemarin. Setelah keambiguan ending Nari sebenarnya nerima Jae apa ga, inilah jawabannya. Jengjeng~

jaehyung. 3

XO,

sky.l

Advertisements

One Reply to “Rehab”

  1. “ayo bertemu aku bosan”

    “dia membosankan, tidak seru”

    “kau tidak kangen aku?”

    sumpah ya si yejun ini minta dijejelin kain pel rombengan. dia ngomong udah seenak udel banget. nari, kalo mau mukulin yejun nanti calling aku aja biar nanti aku bantu gebukin muka dia (kok jadi serem)
    tapi kalo udah nyaman emang susah sih ya… apalagi lihat kasusnya nari sama yejun ini, bisa kok ngebayangin gimana sakitnya tapi sekaligus gimana susahnya lepas dari seseorang yang udah terlanjur bikin kita nyaman. nari kamu yang tabah ya nak

    “i’ll try jae” INI MEREKA FIX JADIAN DONG YA???? YIHIIIIIII!! NARI SEMOGA BISA 100% MOVE ON DARI YEJUN!!! MAS JAE KAMU JUGA SEMANGAT DAPETIN HATI NARI 100% YA!! JAEHYUNG PASTI BISA!!! (lambai pompom ala cheerleader)

    oh ya, buat mas sungjin honey bunny sweety, relain gelas kesayanganmu pecah ya. ikhlasin aja dia pergi ke alam sana, doain aja semoga dia tenang. biar nanti aku beliin gelas yang baru, kamu mau gelas apa? gelas plastik? gelas kaca? gelas keramik? bilang aja nanti aku beliin spesial buat mas sungjin, anggep aja hadiah kita ketemuan lagi (INI NGOMONG APA SIH WOI)

    ditunggu nari-jae selanjutnya!

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s