Craziness

craziness

CRAZINESS

Day6’s Park Sung JinOC’s Mia Hwang

Genre: Fluff, Canon || Lenght: Ficlet

©KARASU

.

.

Derap kaki tak berirama bergemuruh di sepanjang lorong. Sejenak tungkaimu dipaksa berhenti. Sementara fokusmu terpusat pada seorang gadis yang berlari dengan sebuah jaring penangkap serangga. Sepasang mata indahnya melebar, diikuti bibir mungil yang membulat, tepat ketika menyadari kehadiranmu di depannya. Dengan sigap ia mengurangi kecepatan langkah larinya bak pembalap profesional. Dan kini ia berdiri berhadapan denganmu.

“O, Sung Jin!”

Alih-alih balas menyapa, bibirmu melempar tanya, “sedang mengejar apa?”

Hampir saja kau terbahak ketika ia dengan santai menjawab, “Kumbang.” Mengejar kumbang di tengah lorong gedung bukan suatu hal yang lumrah untuk dilakukan. Siapa yang mau repot-repot mengejar kumbang di dalam jangkau petak ruang? Lagipula, memangnya mana ada kumbang yang berkeliaran di gedung ini?

Gadis ini benar-benar lucu, pikirmu dengan seulas senyum.

“Memangnya ada kumbang?”

“Tadinya,” ia mengangguk lesu, “sekarang aku kehilangan jejak, dia sudah terbang entah kemana.”

Mia Hwang. Gadis berdarah campuran yang tinggal di gedung yang sama denganmu. Musim panas lalu, awal kau mengenal sosoknya. Seorang gadis pendiam yang dalam hitungan detik bisa tiba-tiba mengoceh panjang lebar tentang hal-hal konyol tak masuk akal. Seorang gadis polos yang taraf kewarasannya patut dipertanyakan. Seorang gadis yang jauh dari tipe idealmu tapi mampu menguras segenap perhatianmu hingga nyaris tak bersisa untuk gadis lainnya di luar sana.

“Mungkin besok dia akan bertamu lagi ke tempatmu.”

Mia tergelak, kau pun tak kalah gelinya dengan kalimat yang baru saja kau lontarkan. Entah mengapa, setiap kali bertukar obrolan dengan gadis itu, kau dengan mudah ikut terseret alur perbincangan konyol.

“Mungkin tidak, dia takut kutangkap.”

“Sayang sekali,” selorohmu, masih asyik meneruskan obrolan gilamu dengannya. “Biar kutebak, kau pasti lupa menanyakan namanya tadi?”

“Kau ini cenayang, Sung Jin?” tawanya. Diam-diam kau menikmati tawa renyahnya yang menggelitik indra pendengaranmu. “Aku gagal berkenalan dengannya, kuharap lain kali ada teman baru datang berkunjung, tentu saja yang tak takut kusapa.”

Di ujung lorong, pekik menggema memanggil nama Mia. Tak ayal membuyarkan obrolan kalian berdua. Dan nyaris bersamaan, kalian menoleh pada sumber suara berada, dimana seorang pemuda jangkung tengah berdiri. Air muka sedingin balok es pegunungan Himalaya tak pernah absen dari paras si pemuda. Semakin menjadi tiap berpapasan denganmu. Acapkali kau melempar senyum sapa padanya meski tak mendapat balasan yang layak. Entah apa yang sudah kau lakukan pada Luke Hwang hingga pemuda itu seolah jengah setiap bertemu. Padahal, seingatmu, kau tak pernah berlaku di luar batas kesopanan padanya.

“Mia, makan siang sudah siap!”

Suara husky Luke —kakak kembar Mia— berseru cukup lantang. Lalu sang adik hanya menyahut ogah-ogahan, “Sebentar!”

“Cepat sedikit, aku sudah lapar!”

Di dekatmu, Mia menggerutu layaknya bocah taman kanak-kanak. Namun, ia tetap menurut. Mia pun memalingkan wajah padamu, sementara bibirnya mengulum tulus. “Aku pergi dulu, Sung Jin,” ucapnya sebelum berbalik punggung.

“Mia!”

Tanpa pikir panjang kau berseru, menahan langkahnya. Nyaris saja kau lupa memberikan tiket showcase yang sudah kau siapkan untuk gadis itu. Sengaja kau meminta tiket gratis untuk Mia, berharap gadis itu datang melihat aksimu bersama bandmu esok hari.

“Besok kami akan tampil di showcase trainee agensiku,” kau menyurukkan tiket yang semenjak tadi bersembunyi di balik saku jaketmu ke tangannya. “Kuharap kau bisa datang.”

“Untukku?” Mia masih menatap tiket showcase di tangannya, agak tak percaya kau memberi secara cuma-cuma.

Dengan yakin kau mengangguk kepala, “Besok pukul 8 malam di CTS Art Hall, kau harus datang, okay?”

“Mia!”

Lagi-lagi Luke berteriak, kini volumenya semakin meninggi.

“Iya, iya, aku datang!” decak Mia, sembari menengok ke belakang dimana Luke berada. Lalu sejurus kemudian berpaling lagi ke arahmu. “Terimakasih untuk tiketnya, Sung Jin. Kau baik sekali, sungguh. Tapi maaf, aku harus kembali sebelum Luke mulai mengomel. Sampai jumpa, Sung Jin!” ucapnya lalu benar-benar berbalik dan bergegas menghampiri Luke yang kelihatannya siap menyemprotkan sederet omelan panjang untuknya.

“CTS Art Hall, pukul 8 malam!”

Kau berseru, tak ubahnya seperti alarm otomatis sebagai pengingat jadwal aktifitas yang tak boleh terlewatkan.

Tubuhnya berbalik menghadapmu, masih dengan tungkai yang berayun, melakukan gerakan berjalan mundur. Kau bisa melihat senyum manis terpetak jelas di paras ayunya, sembari melambaikan tangan padamu. “Aku pasti datang! Sampai jumpa besok!”

Dan tanpa sadar, sudut bibirmu terangkat tanpa memerlukan banyak energi. Rasanya begitu mudah untuk tersenyum jika menyangkut gadis gila itu.

-fin-

Jadi, ehem, saya mendadak nongol sambil bawa pairing baru, berawal dari kasus “cinta lama bersemi kembali” setelah akhirnya tau kabar dari Sungjin HAHA

Maaf kalau tulisan saya kacau balau, dan agak aneh. Maklum lagi kena wb.

Terimakasih sudah membaca!

Advertisements

3 Replies to “Craziness”

  1. AKHIRNYA CELEBEKAN CIEEEEEE

    sungjin mah ngatain jae naksir orang ga waras taunya naksir yang ga waras juga kaaaan /plaak/
    duuuh bae bener sungjin ngasih tiket gratis ke mia. Junhyuk aja pelit mau bagi tiket ke nari. oppa macam apa pelit begitu ckckck
    bang sung maap ya gelas kesayangannya abis dipecahin nari wkwkwk

    Iiiih mia lucu deh imut imut minta dimasukin karung trus dibawa kemana mana hahaha pantes aja sungjin demen unyu begitu
    awas tiketnya ilang ya mia, ntar bang sung merasa di php lg kalo kamu ga dateng huhuhu

    Sukak kak liat leadernim mesem mesem begitu ih sering2 ya bikin mereka berdua hohoho

    -Li-

    Like

    1. WAHAHAHA MAKLUM LAGI KASMARAN SAMA GEBETAN LAMA BERSEMI KEMBALI

      sungjin waktu ngatain nari suka ga ngaca dulu sih, sendirinya malah naksir sama cewek gila juga
      wkwk itu sungjin modus biar mia liatin perform dia. hm, junhyuk pelit banget sama sepupu sendiri..

      mia akhirnya bisa nonton showcasenya setelah nyari tiketnya sampe blusukan ke kolong meja bahkan ke kolong kasur dia jabanin demi tiketnya. ternyata tiketnya ada di tong sampah, tersangkanya luke. emang dia ga bisa liat adek sendiri seneng

      nanti kapan2 mia ajak nari ke kebun binatang trus nyari kumbang bareng ya wkwk (nyari kumbang kok sampe ke kebun binatang segala, mia)

      makasi udah mampir ke fic anak gila ini ya li! 😀

      Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s