Underestimate

Underestimate

OC’s JoceMonsta X’s Ki Hyun

Genre: Canon || Lenght: Ficlet

2015 ©KARASU

.

Oppa, ayo kita pacaran.”

Kalimat itu meluncur dari bibir Joce dengan mulus tanpa beban apapun, tepat ketika Ki Hyun mencapai nada terakhir.

Hanya ada mereka berdua di ruangan itu, duduk berseberangan —Ki Hyun di balik pianonya dan Joce beberapa jengkal dari samping pintu. Satu jam lalu, gadis itu tiba-tiba datang, berujar sekedar ingin berkunjung. Joce memang cukup sering mengunjungi mereka, entah di dorm ataupun di tempat latihan. Gadis ini saudara sepupu Chang Kyun yang hijrah dari Boston dan menetap di Seoul sejak beberapa tahun silam, ia terpaut satu tahun lebih muda dari si maknae. Semenjak Chang Kyun masuk menjadi salah satu member grup mereka, saat itu pula mereka mulai mengenal sosok Joce, tak terkecuali Ki Hyun. Malah, Ki Hyun jadi orang pertama yang dekat dengan Joce, selain member lainnya. Bisa dibilang, mereka sudah seperti kakak adik.

Tapi tunggu dulu!

Baru saja gadis itu mengatakan sesuatu seperti ‘ayo berpacaran‘. Lawakan yang benar-benar konyol. Lantas Ki Hyun terpingkal di tempatnya. Tidak menyangka kalimat itu terlontar dari mulut gadis kecilnya.

“Apa ada yang lucu?”

Joce mengerutkan alis. Tak mengerti mengapa pemuda itu terbahak. Ia tidak merasa sudah mengatakan hal konyol atau semacamnya.

“Berpacaran? Kau gila, Joce?” Ki Hyun balik bertanya, masih tertawa tanpa ampun. “Sepertinya kepalamu bermasalah. Apa tadi pagi kau membentur tembok? Kelihatannya kau perlu pergi ke psikiater.”

Reaksi Ki Hyun tepat sesuai prediksi. Tapi Joce tidak menyangka pemuda itu akan betul-betul menganggapnya tak waras. Sambil melipat dua tangan, Joce mendengus, “Aku serius, tahu!”

Raut wajah Ki Hyun berubah. Tawanya tak lagi menggema, namun tak juga serius. Oh ayolah, siapa yang akan percaya dengan bualan konyol gadis ini? Mengajaknya berpacaran? Yang benar saja. Jika Joce benar-benar serius dengan perkataannya barusan, berarti memang ada yang bermasalah dengan otaknya.

Satu tahun cukup bagi Ki Hyun untuk mengenal Joce luar dalam. Gadis itu memang kerap melempar ucapan tak masuk akal yang tak urung membuat lawan bicaranya kesal, ditambah ia tak pernah benar-benar serius pada suatu hal. Bagi Joce, hidup tak ubahnya seperti taman bermain.

Dan satu hal lagi, sudah jadi rahasia umum jika Joce seringkali berganti pasangan. Bahkan baru seminggu yang lalu, ia putus dari mantan pacarnya —seorang mahasiswa di jurusan yang sama dengannya. Padahal, hubungan mereka baru seumur jagung. Dan seperti biasa, Joce jadi satu-satunya pihak yang memutus hubungan itu.

Jika dunia ini tempat bermain, maka bagi Joce, lelaki tak lebih dari seonggok mainan pelengkap.

“Hm, jadi kau berencana memasukkanku ke dalam daftar barisan mantanmu?” Ki Hyun bangkit, melangkah tapak demi tapak dengan tangan terlipat di depan dada bidangnya. Sementara kepalanya mengangguk-angguk, berpolah mengejek. Masih berpikir jika gadis ini hanya ingin menjebaknya dalam bualan omong kosong.

Joce memutar bola mata. Lama-lama ia jadi sebal dengan sikap Ki Hyun. Demi Tuhan, apa ia terlihat seperti tengah bercanda?

“Seperti Chang Kyun, kau sudah kuanggap seperti adik.” Langkah Ki Hyun berhenti tepat di depan Joce duduk. Ketika gadis itu mendongak, tangannya mencapai puncak kepala Joce. “Jangan bercanda seperti itu lagi padaku, mengerti?”

Ki Hyun mengakhiri pidato singkatnya dengan bibir terulum manis. Persis seperti seorang kakak pada adik perempuannya. Bukan senyum yang ditujukan untuk seorang gadis. Dan itu tampak amat memuakkan di mata Joce. Bukan senyum itu yang ia inginkan.

Joce masih menggerutu dalam batin ketika ekor matanya melirik Ki Hyun yang berniat pergi dari ruangan itu. Tapi belum sempat Ki Hyun memutar engsel pintu, Joce berhasil menahan tangannya. Dan dengan gesit, tangan Joce lainnya menarik kerah baju Ki Hyun. Memperkecil jarak mereka, hingga matanya bisa melihat dengan jelas paras Joce. Mematung ketika sapuan lembut dan manis terasa menyelimuti bibirnya.

Mata indah itu mengatup. Berbanding terbalik dengan miliknya, Ki Hyun hanya membelalak tak percaya. Sekujur syarafnya seolah berhenti mematuhi perintah otak, membuatnya membeku layaknya patung lilin yang siap meleleh karena sensasi hangat yang tak biasa.

Joce perlahan melepas bibirnya dari pemuda itu. Tersenyum licik bak penyihir begitu mendapati air muka Ki Hyun yang menegang, terlampau terkejut dengan serangan tanpa aba-aba dari Joce.

“Jangan meremehkanku, Oppa,” bisik Joce, hingga hanya ia dan pemuda itu yang bisa mendengar percakapan mereka. Sebelum ia beranjak keluar, Joce menambahkan pernyataan penting yang harus Ki Hyun dengar, sebagai penekanan. “Aku bukan gadis kecil seperti yang kau kira.”

Kini hanya tersisa Ki Hyun yang masih mematung di tempatnya berpijak. Nampaknya, otaknya yang sekarang tengah bermasalah. Ia masih tidak bisa berpikir dengan jernih selepas reaksi Joce yang sama sekali tak terduga.

Gadis itu berhasil mengalahkannya dengan telak.

/fin.

Note:

HALO! 😀

Jadi, ehem, saya kembali dengan membawa pairing baru. HAHA. Semoga suka ya 😀

Covernya menyusul, kalau sempat bikin. Terimakasih sudah membaca!

Advertisements