Reminiscence

Reminiscence

Kouda Keishi and Hasegawa Shiori

Genre: Fanon, Fluff; Lenght: Ficlet

©2015

KARASU

.

If there’s something I’m willing to protect
No matter what I must sacrifice
For me, now, I think it’s you

Everything (It’s You) — Mr. Children”

.

—2008.

Kagoshima Prefectur, Japan.

 

Semburat awan jingga mulai mengelilingi bentangan cakrawala. Tanpa terasa hari pun menjelang senja. Menghabiskan waktu bersama sepanjang akhir pekan, melepas penat dengan mendatangi tempat-tempat wisata di pesisir pantai utara pusat kota. Taman Sengan-en jadi destinasi terakhir kami. Menyusuri jalan setapak sepanjang taman bergaya Jepang itu dengan panorama alam yang memanjakan mata agaknya membuat kami lupa waktu. Gadis yang berjalan sedikit mendahuluiku itu tampaknya juga tak begitu menyadari hari mulai larut. Masih hanyut dalam pesona alam.

Ia pun berbalik. Mengarahkan pandang ke titik samping kanan. Tepat pada Gunung Sakurajima yang kokoh menawan dikelilingi lautan biru berbingkai awan senja.

Aku bisa melihat senyumnya ketika angin dengan lembut meniup surai pekat indah miliknya. Dan seperti biasa, senyum itu selalu berhasil mengeluarkan sihirnya padaku. Karena tanpa sadar, sudut bibirku terangkat melebar.

Sejenak aku teringat pada hadiah kecil yang ingin kuberikan padanya. Tanganku pun lekas merogoh saku hoodie, mengeluarkan sebuah bandul kantung kain mungil berwarna putih dengan motif kelopak sakura di tengahnya.

“Shiori-sama!”

Tanpa pikir panjang, dan dengan mantap, aku pun berlari kecil menuju gadis itu. Memperkecil jarak antara kami berdua.

Sepasang matanya menatapku penuh tanya. Membuatku langsung melempar cengiran lebar. Dan tanganku yang awalnya tersembunyi di balik punggung, terangkat tepat di depan wajahnya. Jimat keberuntungan yang ingin kuberikan padanya pun tergantung di udara.

Omamori1?”

“Kudapat dua hari lalu saat berkunjung ke kuil. Sebentar lagi ujian akhir akan segera tiba, jadi kupikir kau pasti membutuhkan jimat ini.”

“Untukku?” tanyanya, sembari meraih omamori yang kugenggam di depannya.

Aku mengangguk, dan sedikit bergurau, “Mungkin saja dengan jimat keberuntungan ini nilaimu bisa ada sedikit kemajuan, Shiori-sama.”

Ia tergelak sembari memukul lenganku sebagai balasan. Sementara bibir merah jambunya masih mengulum lebar.

“Punyamu sendiri?”

Kedua tangan terlipat, dengan dada yang membusung, aku lalu menggeleng kepala. “Tanpa omamori pun, keberuntungan tidak akan lepas dariku.”

“Sombong sekali,” bibirnya mengerucut. “Lihat saja, aku tidak akan kalah darimu di ujian akhir nanti.”

Lantas aku tertawa kecil. Kami lahir di hari dan tanggal yang sama. Hanya terpaut selisih beberapa jam saja. Tinggal di tempat yang sama, meski dengan status yang berbeda. Ia lahir sebagai anak majikan, sementara aku hanya seorang anak pelayan. Namun begitu, sejak kecil kami selalu melewati waktu bersama. Mengenyam pendidikan dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah di tempat yang sama pula. Sejak kecil Shiori adalah anak yang aktif, tak pernah bisa diam. Tak jarang membuat onar, malah beberapa kali melawan segerombolan anak laki-laki nakal di sekolah kami yang suka menganggu murid lain. Di balik sikapnya yang sembrono, Shiori adalah anak yang baik. Senyumnya seperti ukiran abadi yang terpahat di wajah riangnya —satu hal yang ingin selalu kujaga.

Tapi, sejak dulu ia tidak pernah bisa mengalahkan peringkatku di sekolah. Hal yang selalu membuatnya sebal, seperti sekarang ini.

Aku mencondongkan badan ke arahnya. Dengan sedikit senyuman jahil, aku membalas, “Coba saja kalau kau bisa, Shiori-sama.” Lalu ambil langkah seribu sebelum tinjunya mengenaiku lagi.

“Sialan kau, Keishi!” sahutnya, lantas berderap mengejar langkahku. “Oi, tunggu aku!”

Dunia terasa penuh tawa dan warna jika bersamanya. Meski terkadang tangis ikut menghiasi. Tapi semua sempurna ketika digabung menjadi satu. Hariku bersamanya, kenangan yang kami ciptakan berdua, mungkin merupakan kesempatan paling indah yang diberikan Tuhan padaku.

Kisahku dengannya, semua akan kusimpan dalam memori ingatan hingga hari kematianku tiba.

/fin.

1) Jimat keberuntungan yang biasa dijual di kuil-kuil di Jepang.

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s