[花樣年華 Series] 2nd. I Need U

화양연화

花樣年華

pt.1

..

Lyra x Beginning

all.want.candy © 2015

..

..

“Because of you, I’m broken like this

Can you stop, I don’t have you anymore”

..

From: Han Na Young

O’Sulloc Tea House, Myeong-dong, jam 15.00

Hanya kau sendiri.

Yoon Gi bergeming, masih betah memandang satu pesan yang masuk tadi pagi bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur Seoul hingga sore ini. Hari itu ia hanya punya segelintir jadwal, lucunya pesan yang berisi nama tempat dan jam, tepat berada pada waktu luangnya–takdir kah?

Tentu saja Min Yoon Gi tak ingin berspekulasi bagaimana Stef bisa memilih waktu yang tepat di tengah jadwalnya yang padat selepas comeback bersama BTS, agaknya bodoh jika ia berspekulasi tentang hal macam itu.

Tanpa kata, Yoon Gi mematikan ponselnya lalu bangkit dari sofa, mencari Ho Beom lalu menghilang menuju tempat yang kini ia pikirkan.

..

Bunyi lonceng yang familiar terdengar kembali setelah sekian lama, bukan hanya sebagai penanda, tapi juga sebagai memoar yang telah lama terkunci rapat. Yoon Gi baru saja sadar jika ia kembali ke tempat yang sama saat Han Na Young membunuh hubungan mereka, terlebih setelah aroma teh hijau lemon menguar memenuhi seluruh indera penciumannya.

“Selamat datang!”

Seruan penuh semangat penjaga toko tak membuatnya berhenti menjelajah cafe teh modern itu dengan sepasang matanya, hingga bayangan gadis muda dengan rambut coklat tua tertangkap netra.

“Na Young.”

Panggilan kecil memaksa Stef mengalihkan pandangannya dari layar ponsel, ia tak bicara apapun hingga Yoon Gi duduk tepat di hadapannya. Mereka tenggelam dalam diam sebelum akhirnya dehaman kecil Stef membuka pembicaraan.

“Kita langsung saja ke topik utamanya,” cangkir teh berwarna krem berlukis bunga iris terangkat dari piringnya lalu mendarat anggun di tepi bibir Stef, menyesap sedikit untuk menghilangkan ketegangan.

“Aku tidak mau, Chae Ra kembali menjadi korban atas ketidak-pedulianmu, Min Yoon Gi,” sepasang mata Stef menatap dalam pemuda berkulit pucat di hadapannya, “Tapi aku tidak bisa menawarkan padanya kenyataan mentah-mentah, karena itu aku akan membuat kontrak denganmu.”

Dalam keterkejutan yang berusaha tak ditunjukkannya, Yoon Gi memandang Stef dengan penuh tanda tanya, sebelum akhirnya ia kembali bertanya, “Apa maksudmu?”

Stef mendengus, memasang kacamata aviatornya lalu mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya, “Baca sendiri, kau akan tahu.”

Selembar kertas terhidang tepat di depan Yoon Gi, sebuah surat yang telah dibubuhi tanda tangan dan cap stempel milik Han Na Young.

Sebuah kontrak.

“Kontrak hubungan?”

Stef masih tak memandang Yoon Gi, lebih memilih sibuk mencomot cake teh hijau yang telah dipesannya. Mau tak mau, Yoon Gi kembali membaca isi kontrak itu, berkali-kali ia lupa untuk bernapas–membayangkan tiap bulir pernyataan dalam kontrak yang bisa saja terjadi.

Kunyahan terakhir, Stef membuka suara, “Semuanya hanya berlaku di depan Chae Ra, no string attached.”

“Apa kau sudah benar-benar gila, Na Young?” pertanyaan yang sekiranya tak terduga, namun tak akan memberikan efek apapun pada Stef.

“Kau akan butuh kelas akting, Min Yoon Gi,” entah kalimat milik Stef adalah ejekan atau tantangan, namun Yoon Gi tak suka ide ini.

Ia tak suka kepalsuan.

“Kenapa kau berbohong?” Yoon Gi menatap tajam Stef yang diam, tak berkata-kata.

Tawa kecil lolos dari katupan bibir Stef, lalu dengan lugu ia menjawab, “Dahulu, ada seorang lelaki yang mengajariku caranya berbohong, kau mau tahu siapa orangnya?”

Baru kali itu dalam seumur hidupnya, Yoon Gi marah bukan kepalang pada dirinya sendiri, ia bahkan tak sadar tangannya telah mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Yoon Gi tak membalas berusaha tetap tenang walau jari-jemarinya telah kram menahan marah.

“Lalu apa yang kau inginkan?” kedua alis milik Stef naik beberapa mili lalu ia memandang Yoon Gi dari balik kacamatanya.

“Kau bisa menandatangani bagianmu, sisanya kau bisa menentukan sendiri,” tawa kecil di ujung kalimatnya, “Kelas akting, atau menjadi dirimu sendiri.”

 Dan detik itu Min Yoon Gi tahu, gadis di hadapannya bukan lagi Han Na Young yang dulu merengek dalam dekapannya, bisa dibilang ia kembali menjadi gadis muda yang tak peduli dengan fakta atau opini. Han Na Young di hadapannya kembali menjadi Stefanie Han yang sama dinginnya saat mereka pertama kali bertemu.

Namun sayang sekali untuk kali ini ia benar-benar harus menyakiti hatinya.

“Aku menunggu jawaban tuan Min,”

Menganggap tantangan, mau tak mau kedua sudut bibir milik Yoon Gi terangkat–menertawakan dirinya sendiri, “Kau sudah membunuhku dan kau kembali akan membunuhku, aku bahkan tidak lagi memilikimu, kau masih berani bertanya jawabannya?”

Raut wajah bingung milik Stef menyambutnya, sebelum akhirnya sebuah gerakan lancar yang terlalu tiba-tiba menjadi jawaban Yoon Gi.

“Aku akan terima tantanganmu Stefanie, mari kita kembali ke awal.”

Potongan kertas dan hati yang berdegup cepat entah karena apa.

Kini ‘ia’ tahu, dirinya dalam ambang kehancuran.

..

END.

..

All.Want.Candy © 2015

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s