Nervous

Nervous

Jeon Jungkook – Lee Hyeeun

Fluff – Vignette – Teen

Berhenti merengek, Jeon Jungkook.

Rinchan’s Storyline

“Tsk!” Gadis itu membenarkan letak kacamata yang mulai merosot kebawah. Suara lantunan lagu dari televise yang diikuti teriakan dari para penonton membuat perhatiannya terbagi. Ugh, seharusnya sekarang ia fokus dengan buku tebal di hadapannya, bukan belajar sambil mendengar suara tv.

Suara getaran ponsel yang tiada henti menambah rasa jengkelnya, berada di tingkat akhir sekolahnya membuat Hyeeun belajar 2x lebih giat untuk mendapatkan nilai terbaik, dan waktu berharganya kini harus terganggu karena Namjoon. Kakak sepupunyalah yang harus disalahkan jika nilainya menurun.

Hyeeun memutar bola matanya ketika melihat isi pesan dari Namjoon, Taehyung dan yang lainnya, bertanya apakah Hyeeun sudah bersiap melihat penampilan mereka. Key dan Jungshin –MC Mcountdown mengumumkan bahwa sebentar lagi BTS akan naik panggung, tapi kenapa mereka masih sempat memegang ponsel?

‘AKU SUDAH DI DEPAN TV BERHENTILAH MENGIRIMKANKU PESAN!’

Hyeeun melempar ponselnya asal ke sofa, tak perduli dengan balasan selanjutnya. Matanya melirik tv, bangtan belum tampil, berarti ia bisa melanjutkan papernya yang tertunda. Hyeeun menghela napas, dari sekian banyak soal, ia baru mengerjakan 5 soal.

Ugh, Jeon Jungkook, kau beruntung sempat menunda pendidikanmu, batin Hyeeun.

Ponselnya kembali bergetar, namun kali ini panggilan masuk. Dari dering ponselnya ia bisa mengetahui siapa yang menelpon. Hyeeun memang membedakan dering telepon Jungkook dengan yang lainnya.

“Hyeeun-ah,” Nada bicara Jungkook sama lemahnya dengan nada bicaranya, itu aneh.

“Kenapa? Sudah ku bilang aku sudah stand by di depan tv.”

“Aku tahu. Tapi…..”

“Apa? Jangan bicara setengah setengah, Jeon Jungkook.”

Hening…..

“Jungk—“

“Aku gugup.” Akhirnya. Hyeeun menghela napas, jadi dia menelpon hanya untuk mengatakan kalau dia gugup? Yang benar saja.

“Aku yakin kau bisa. Tunggu, kenapa sepi sekali? Dimana yang lain?”

“Aku keluar dari ruangan.” Hyeeun mengangguk.

“Sekarang tarik napas dan buang perlahan. Aku yakin gugupmu akan segera hilang.” Diam diam, Hyeeun terkekeh. Hal ini juga terjadi beberapa waktu lalu.

“Sudah kucoba, tapi tetap tak bisa!” Rengek Jungkook, Hyeeun semakin terkekeh membayangkan wajah panik Jungkook.

“Astaga, tenangkan dirimu. Kau bisa melakukannya di panggung sebelumnya. Sekarang pun kau pasti bisa.” Ujar Hyeeun. Ia bisa mendengar Jungkook menggumam, “Akan kucoba. Sudah dulu ya, see you soon.” Hyeeun segera meletakkan ponselnya begitu terdengar bunyi sambungan terputus.

* * *

See? Mereka tampil sempurna seperti biasanya, dan laki laki perengek itu, Jeon Jungkook, tampil dengan sangat sangat sangat baik. Keahliannya dalam menari sudah tak diragukan lagi, yah… ada perasaan bangga melihat kekasihmu di tv. Yeah… memang terlalu narsistik.

Hyeeun menatap bangga paper yang berisi 40 soal matematika berhasil dikerjakan dengan sempurna walaupun dikerjakan dalam kondisi yang kurang bagus. Belajar sambil menonton televisi bukanlah gayanya.

DRTTT DRRTTT

DRTT DRRTTT

DRRTTT DRRRTT

Oh tidak lagi, bukan mereka. Bukan mereka. Hyeeun menyipitkan matanya sambil meraih ponselnya. Dan….. BANG! Dugaannya tepat.

Taehyung : Hyeeun-ah!

Jin : Hyeeun!!

Jimin : Hyeeunnieeee

Namjoon : Hyeeunie adik kecilku

Jhope : Eunnieeee

Suga : Hyeeun-ah

Dan yang terakhir…

Jungkook : anak nakal.

Hyeeun tertawa terbahak bahak membaca semua pesan itu, beruntung ia hanya tinggal sendiri, jika tidak mungkin ia sudah dianggap gila oleh anggota keluarganya. Tawanya tak berhenti, mengingat bagaimana rengekkan Jungkook sebelum dia naik panggung.

‘Kalian yang mengganggu waktu belajarku, kalian tampil dengan sempurna tanpa celah sedikitpun. Puas? Dan satu hal, Jeon Jungkook, jangan merengek seperti itu lagi. Kau sudah besar.’

Hyeeun kembali tertawa, membayangkan bagaimana reaksi Jungkook begitu ia membocorkan pada hyungnya kalau ia merengek. Perutnya berbunyi, Hyeeun mengunci ponselnya dan meletakkan diatas nakas. Hidup sendirian menuntut Hyeeun untuk bisa melakukan pekerjaan rumah, walaupun terkadang ada Namjoon yang membantunya.

Sekilas ia sempat mendengar dering ponselnya berbunyi, namun ia membiarkannya dan kembai menyibukkan diri di dapur kesayangannya

Ting Tong

Suara bel menggema ke seluruh ruangan. Hyeeun menoleh sebentar dan mematikan kompor. Sepertinya ia tidak mengundang siapapun hari ini. Masih dengan apron yang melekat di tubuhnya, Hyeeun membuka pintu.

Ia sedikit terkejut melihat 7 orang pemuda yang sedang mengendus, “Eh? Sedang apa kalian disini?” Tanya Hyeeun. Terlihat jelas kelelahan dari sorot mata mereka, “Hanya mampir.” Jawab Taehyung dengan lesu.

“Apa kau memasak sesuatu? Baunya sampai tercium dari luar.” Tanya Seokjin setelah mereka masuk. Seakan menganggap rumah sendiri, Namjoon dan Suga sudah menghilang dibalik pintu kamar yang kosong, Seokjin yang ikut bergabung di dapur, Jimin, Hoseok dan Taehyung yang menempatkan tubuh mereka senyaman mungkin di sofa.

“Kalian sudah makan? Aku baru saja membuat nasi goreng kimchi.” Ujar Hyeeun. Oh, satu orang terlupakan. Jungkook. Laki laki itu kini berjalan mengikutinya ke dapur, bergabung bersama Seokjin. Tak ada yang menjawab, Hyeeun menggeleng pelan, itu berarti mereka belum makan.

Hyeeun melirik jam besar di ruang tamu, sudah pukul 10 dan mereka belum makan. Hyeeun segera mengeluarkan piring, matanya melirik Jungkook yang terus mengikutinya, “Jungkook-ah lebih baik kau membantuku.” Hyeeun menyerahkan piring pada Jungkook yang mengusap tengkuknya.

Seokjin yang tadinya berada di dapur, memasuki alam mimpinya bersama tiga orang lainnya di ruang tamu. Kini tinggal tersisa dirinya dan Jungkook. “Jungkook-ah,” panggil Hyeeun. Jungkook menoleh, alisnya terangkat untuk mengatakan ‘ada apa’

“Masih gugup?” Ujar Hyeeun sambil terkekeh, sontak Jungkook membulatkan matanya.

“Ah, benar. Aku lupa itu.” Ujar Jungkook.

“Bangunkan yang lain, katakan makanan sudah siap.” Ujar Hyeeun ketika menyerahkan piring terakhir. “Tidak mau.” Ujar Jungkook.

Hyeeun mendesis, “Pelit sekali.” Ia berjalan keluar dari dapur, Hyeeun memasuki kamar terlebih dahulu dan kemudian berlanjut ke ruang tamu, namun hasilnnya nihil. Mereka semua tertidur pulas. Oh, Hyeeun tak lupa memfoto wajah tidur mereka satu persatu sebagai koleksi pribadi.

“Jungkook-ah, eh? Tidak usah, biar nanti aku yang mengerjakannya.” Hyeeun menahan Jungkook ketika laki laki itu sedang memakai sarung tangan pink.

“Tidak apa apa. Biar aku yang melakukannya.” Ujar Jungkook tak mau kalah. “Jeon Jungkook, ayolah. Kau pasti kelelahan.” Ujar Hyeeun sambil melepaskan kedua sarung tangan dari tangan Jungkook. Hyeeun meletakan kedua tangannya di bahu Jungkook, menuntunnya menuju meja makan. Jungkook merasakan sensasi aneh ketika kedua tangan itu menyentuh kedua pundaknya,

“Sekarang kau habiskan makananmu,” Titah Hyeeun.

“Jangan pergi. Disini saja.” Jungkook menahan tangan Hyeeun ketika gadis itu beranjak dari tempat duduknya hingga membuat Hyeeun terduduk kembali.

Hening….

Jungkook benci keheningan diantara mereka. Namun apa daya, ia tak ahli dalam mencari ide, dan sepertinya Hyeeun pun begitu. Dalam diam mereka memakan makanan masing masing, sesekali tatapan mereka bertemu membuat salah satu dari mereka tersenyum, dan terus seperti itu. Ah! Jungkook baru ingat sesuatu, “Kau! Kenapa kau membocorkannya?” Ujar Jungkook tiba tiba yang membuat Hyeeun terlonjak kaget.

“Apa?” tanya Hyeeun yang tidak mengerti.

“Kau tahu betul.” Ujar Jungkook menekankan setiap kata.

Hyeeun tertawa, tanpa sadar ia masih mengunyah makanan, sedetik kemudian ia terbatuk batuk, Jungkook dengan sigap memberikan segelas air, “Habiskan makananmu dulu baru kau boleh tertawa, anak bodoh.” Cibir Jungkook.

Hyeeun mencibir, baru saja Hyeeun ingin berbicara Jungkook mengambil piringnya dan menyuapinya tanpa memberikan kesempatan untuk bicara. Hyeeun hanya bisa diam sambil menerima suapan itu, sesekali mencibir. “Hmm… gomawo.” Ujar Hyeeun ketika nasi di piringnya sudah habis. Kedua tangannya mencubit pipi Jungkook yang menirus.

“Kau, makan yang banyak, aku kehilangan pipi chubbymu.” Ujar Hyeeun terkekeh.

“Aduh!” Suara itu membuat Jungkook dan Hyeeun menoleh. Si pelaku yang terdiri dari 6 orang itu kini membeku ketika Jungkook dan Hyeeun menyadari keberadaan mereka. Sontak Hyeeun tersenyum, seakan tak merasa malu karena tertangkap basah

“Oh, kalian sudah bangun? Cepat makan.” Ujar Hyeeun. Namjoon tersenyum penuh arti pada Hyeeun, namun Hyeeun hanya mengangkat alisnya, tanda tak mengerti. “Kenapa?” Tanya Hyeeun. Namjoon menggeleng pelan dan berjalan menuju meja makan.

Jungkook berdiri ketika sudah selesai makan dan menyusul Hyeeun ke ruang tamu. Hyeeun tak mengerti kenapa para oppanya terus melihatnya dan Jungkook, dengan….. senyum aneh. Ditambah kini Jungkook duduk disampingnya dengan cuek. Hyeeun menyikut Jungkook, laki laki itu segera menoleh, “Kenapa?”

“Namjoon oppa dan yang lainnya… Kenapa melihat kita seperti itu?” Tanya Hyeeun polos, Jungkook segera menoleh ke meja makan sekilas lalu menatap Hyeeun, mengendikkan bahunya. Tanpa perlu ditanya sebenarnya Jungkook sudah-sangat-mengerti apa maksud dari tatapan mereka. Mungkin Hyeeun terlalu polos.

“Hyeeun-ah, mau es krim?”

CUT!

HAI HAI HAIII!! Akhirnya couple yang unyu unyu dan menggemaskan comeback!! Ah, udah lama gak buat fic rasanya jadi kaku :’) see you in another JungEun fic!!!

-Rinchan

Advertisements

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s