Vacancy

Starring by

WINNER‘s Seung Yoon & OC‘s Song Hae Joo

.

©2015′

Taree Mile

.

Aku punya lowongan, mau?

.

.

Mereka terbiasa menyelaras di bahu jalan tanpa titel jelas, terkadang tak dapat dia mengerti. Seung Yoon bukan si apatis, bukan sinekel tak urung ringkuk di balik cangkang atau sang atensi massal tiap pualam beroles jejaknya. Dia lelaki muda pemikir cerdas nyaris menyamai Einstein dalam pigura berukir jati, penyuka kepastian. Hanya, tak pernah mampu untuk menyangkal ketidaktelatenan dalam mengingat sesuatu seperti,

Hari ini. Di kedai kopi dengan pilihan tempat duduk mengapar di papan, dia memetik gitar ria. Satu cawan vanilla late terbiarkan sendu, alih–alih berharap disentuh, toleh saja agaknya masih perlu beradu dengan kertas partitur lusuh di atas meja.

Bruk,

Sekonyong-konyong seseorang lekas terkapar di sisi meja depan, refleks menarik minat pria itu untuk mencondong kepala, menjauhi sejenak si bodi Spanyol dari ruas jemari. Menaruh di sisi kanan sementara kedua tanganya bersedekap.

“Aku yakin kali ini jawaban mereka sama,” ujar Seung Yoon, rapik, sekadar hiburan singkat untuk gadis yang kini sudah kembali berposisi duduk dan meraup vanilla latte beringas. “berhenti saja, Hae Joo. Aku, kan sudah bilang kalau aku punya lowongan dan prospeknya tidak kalah bagus dari pekerjaan di belakang meja.” Imbuhnya, enggan merasa kalah, selagi bibir ranum berisi ini masih mampu untuk terbuka, pun terkatup normal.

Hae Joo mendengkus. “Aku sudah cukup terlatih untuk menerima guyonanmu itu, Yoon.” Ia mencibir, menilik fokus dua bola mata hitam-kecokelatan di seberang. “Tidak ingat? Otakmu ini, benar-benar harus diisi sesuatu selain mengkhwatirkan orang dan para kunci nada kebanggaanmu itu.” Tangannya mengais beberapa helai tak beraturan di dahi Seung Yoon dan mendorong lengkung lebar itu sebagai penutup.

“Tapi aku serius, Hae.”

“Diamlah.”

“Hae, sungguh.”

“Aku tidak mau dengar.”

“Ini benar-benar bagus, kau pasti tidak menyesal.” Hae Joo mencuri pandang, agak termakan umpan yang dilemparkan oleh mulut manis Seung Yoon. “Aku yakin, tidak ada orang lain yang cocok selain kau.”

“Oh, ya?” Alis gadis itu berjungkit sebelah. “Baiklah, apa?”

Seung Yoon mengulas senyum lebar. “Kau tidak perlu berusaha terlalu keras, mungkin akan ada sedikit lonjakan dari turunan terjal tapi selama kau percaya, semua akan berjalan dengan baik. Tidak perlu berlari, pun tergesah-gesah, karena pekerjaan ini mempunyai waktu yang cukup banyak hanya dengan berjalan bersama.”

“—Oh, demi Tuhan. Berhenti bertele-tele Tuan musisi!”

“Baik, baik.”

.

.

.

.

.

“Jadilah pacarku.” Ujarnya, santai. “Bagaimana, lowongan yang bagus, bukan? Kau hanya perlu bekerja di hatiku.”

Kontan mulut Hae Joo terkatup rapat. Ia meringis, dan bersumpah jika mimik yang tengah ia perlihatkan saat ini adalah struktur wajah teraneh seabad dinasti Joseon!

Ouh, jebal.” Tangannya meraup muka penuh kekesalan, disertai tilikan tajam. Sempat melambungkan gumpalan tisu mengantung di wajah Seung Yoon, tapi malah digantikan oleh cibiran.

Hae Joo memejamkan mata. “Kita sudah pacaran, bodoh.”

fin.

Note: Mohon abaikan posternya, dan selamat menikmati!

Salam,

 

Taree.

Advertisements

7 Replies to “Vacancy”

  1. I found it. An amazing fanfic blog. Aaaaa… what should i do? I can’t stop screaming!

    Oke. Lemme introduce ma self. Im Salwa. Reader baru numpang rusuh sambil baca-baca story yg setelah ditelusuri mengandung unsur-unsur kebahasaan yang FANTASTIC!

    Baru masuk langsung baca fic ini.. keknya udah bawa feel kalau fic lain jugak nice kaya yg ini.

    Kau menguraikan tindakan sederhana dalam kata-kata yg waa… kece..

    Karakter kakak Yoon jugak.. bikin baper!
    Cara ngungkapin perasaan yang nggak biasa. Gombal tapi berkualitas (?)

    Nice, keep writing! 😀

    Like

    1. Hai, Salwa! Salam kenal 🙂

      Wah makasih nih sebelumnya udah mampir ke blog ini hehe, dibaca plus dikomentarin lagi XD Kirain bakal ngegombal abis ini cerita, secara Yoonkan gitu, alay /halah/ /dibakar/

      Salam,
      Taree

      Like

  2. halo jeeeen!!

    maap baru muncul di kolom ini 😥

    udah baca ini sejak awal publish trus hari ini baca lagi gara2 kangen tulisan kamu plus kangen seungyoon (LHO)

    baca ini bikin senyam senyum sendiri hahaha abisnya seungyoon gombal gitu, bener kata salwa, seungyoon gombal tapi berkualitas, trus haejoo nya juga unyu gitu jadi gemes sama couple ini. ceritanya maniiiis semanis kembang gula, sukses bikin senyum senyum sendiri bacanya. ceritanya ngalir, ringan tapi sweet banget dan dibungkus sama diksi kamu yang jempol. jadi makin kangen sama tulisan kamu nih, seriusan

    lekas sembuh wb-nya dek!! disini kita nunggu karya kamu lagi hehehe 😀

    SEMANGAT ZEN!!!!!

    Like

    1. KAK YOOOOOOOO aduh, kak ngapain komen, aku aja belum bayar utang buat komen ;_; di fanfic kakak /berguling/

      ECIEEEEEE yoyo dikemanain sampe kangen seungyoon gitu XD ngahaha

      Aduh kak, makasih makasih beud udah ngomen semanis ini, tambah lengkat dah hati ini sama kakak /dilempar/ /goyang perut/ Yong lewat, kakak selalu dihatilah pokoknya. Iya, aku harap wb ini segera berhenti, jadi aku bisa produktif juga di sini. Malu, dari kemarin kakak, rinchan, kanad produktif sedangkan aku, apalah, butiran ampas kerdus ini, gak ada apa-apanya.

      MAKASIH!!!

      Like

  3. Zeeeeennn. Ya ampun aku kangen baca tulisanmu. Haus banget terus dibayar ini rasanya cless. kayak minum air seteguk di padang pasir.

    /padahal Zen gak inget aku TwT/
    sudahlah mending aku kenalin diri lagi. heuheu
    Aku Galuh. 93. oheoheoe.

    >->o
    manis banget ya ampun cerita ini. Diksimu. Makin meningkat kerennya. Demi apa ;A;
    Lowongan di hati Kang Seung Yoon. Aku mau juga di hati SeungHoon. /abaikan aja bagian ini./
    Suka zen Suka. Lalalala. Lupa mau ngomong apa. -..-
    ya sudahlah. intinya saya kangen tulisanmu zen. 😀

    Love,
    Gal

    Like

    1. ih, kakak, aku serem. Darimana kakak bisa nebak kalau ini aku /lah/ dan darimana pulak kakak tahu wordpress ini /plak/ aku curiga, jangan-jangan kakak adalah keturunan dukun sakti di bangka /diterjang/ /ampun bang/

      MASIH DONG! masa iya lupa sama kakak cimut gini, yang selalu komen dan bikin hati berbunga tiap liat isi komennya XD Gak mungkin dilupain kok kak, tenang, kakak punya ruang dihatiku /eyak/ /ngikutin seungyoon/ /dilempar bata/

      Buahaha, ini kebetulan lagi minat aja kak, waktu itu sih lagi WB juga–tapi berkat wajah seungyoon, wb bisa menyingkir sebentar dan beranaklah cerita ini /ngomong opo ndok/ TAPI MAKASIHHH MAKASIH BANGET UDAH MAU KOMEN ;A; terhura aku mah, selalu seneng kalau liat kakak hadir mwehehehe.

      Panah asmara dari om,
      Ejen.

      Like

  4. HI! Ya ampun aku udah ngelike ini dari tahun kapan, tapi baru sempet comment, huft. Anyway, Sher, 98Liner, salam kenal 🙂

    Pertama-tama diksinya ini cantik sangat, aku cukup speechless pas baca. Terus ya aku suka jalan ceritanya, manis-manis gitu. Seungyoonnya antara bodoh sama ngeselin tapi tetep sweet xD Dan Haejoonya yang kayak sok-sok gak peduli plus kesel malah ngebuat couple ini lucu banget.

    Segitu aja kayaknya commentku yang gak jelas hahaha, keep writing ya 🙂

    Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s