Be Here

Be Here

Casts: iKON Song Yun Hyeong, CrystaL Clear (CLC) Oh Seung Hee;

Genre: Hurt/Comfort, AU; Lenght: Ficlet

©2015

KARASU

.

I remember tears streaming down your face

When I said, “I’ll never let you go”

When all those shadows almost killed your light

I remember you said, “Don’t leave me here alone”

But all that’s dead and gone and passed tonight

Safe and Sound — Taylor Swift ft. The Civil Wars”

.

“Anak terkutuk! Harusnya kau mati saja!”

Blam!

Pintu dibanting hingga tertutup, menimbulkan debuman mengoyak telinga. Di pojok ruangan, Yun Hyeong duduk meringkuk dalam gelap. Tubuh ringkihnya gemetar hebat. Ditambah dinginnya ubin yang menyatu dengan badan. Sementara caci maki itu terus berkumandang dari balik pintu, meneriakkan sumpah serapah yang terus jadi makanannya sehari-hari semenjak dirinya lahir menyapa dunia.

Semua orang menjauhi Yun Hyeong. Tetangga, teman sekolah, bahkan keluarganya sendiri. Seolah anak itu virus menjijikan yang mengundang bencana.

Yun Hyeong anak yatim piatu. Ayahnya meninggal sehari setelah ia lahir. Ibunya tewas terjatuh dari tangga saat Yun Hyeong berumur tujuh tahun. Kata orang, itu semua karena anak terkutuk keluarga Song. Yun Hyeong dituding sebagai anak pembawa sial. Semenjak kelahirannya, satu per satu musibah terus menimpa keluarga Song. Setelah kematian ayahnya, keluarga Yun Hyeong jatuh miskin. Hutang mereka membengkak. Rumah megah mereka harus rela dijual. Dan tragedi paling mengenaskan adalah saat ibunya terpeleset dari tangga, jatuh dengan posisi tak wajar, leher yang berputar 45 derajat dan kaki yang bengkok dengan tulang yang mencuat keluar merobek permukaan kulit. Yun Hyeong kecil berdiri memegangi teddy bearnya, waktu itu. Hanya menatap ibunya yang tergolek mengerikan di kubangan cairan amis merah pekat dari atas. Tubuhnya gemetaran, ingin menangis tapi airmata menolak keluar. Sampai orang-orang berdatangan, menjerit ngeri dan menyumpahi Yun Hyeong keras-keras. Mereka bilang Yun Hyeong pembunuhnya, meski tak ada bukti kuat yang mengarah padanya.

Sejak kejadian itu, ia diasuh oleh keluarga Oh —sahabat orang tua Yun Hyeong. Awalnya, suami istri Oh berusaha memperlakukan Yun Hyeong dengan baik. Menganggap anak sahabatnya itu seperti anak kandung. Namun, semua berubah ketika keluarga Oh mulai dilanda musibah. Dari mulai hal kecil, ketika kucing kesayangan mereka mati tanpa sebab di taman belakang, hingga musibah besar, bangkrutnya kedai ramyeon milik keluarga Oh. Lambat laun, mereka percaya omongan orang —yang menyebut Yun Hyeong anak terkutuk.

Di sekolah pun sama, entah guru ataupun temannya, mengucilkan Yun Hyeong seolah ia kuman yang harus dijauhi jika tidak ingin jatuh sakit. Bukan hanya dikucilkan, olokan juga tak luput menemani hari-harinya di ruang kelas. Itu alasan mengapa Yun Hyeong benci sekolah.

Kriit.

Derit pintu terdengar seperti cicitan tikus. Yun Hyeong meringkuk semakin dalam di sudut ruangan. Takut kalau saja Paman Oh datang untuk memukulinya, seperti biasa.

Langkah kaki itu makin mendekat. Sementara Yun Hyeong merapal doa dalam batin. Berharap kali ini Tuhan melindunginya dari amukan sang Paman.

Tapi dugaannya ternyata salah. Bukan Paman atau Bibi Oh yang datang. Dua matanya pun menyipit agar bisa lebih fokus melihat sosok yang kini duduk sejajar dengannya.

“Kau pasti kedinginan, ya?”

Ia kenal suara itu. Suara lembut yang selalu jadi obat penenang bagi Yun Hyeong. Satu-satunya orang yang tak takut bergaul dengannya, di kala orang lain menendangnya jauh-jauh. Gadis berparas malaikat itu punya nama, Seung Hee —anak tunggal keluarga Oh.

Seung Hee melepas syal rajut merahnya. Selagi melilitkannya di sekeliling leher jenjang Yun Hyeong, ia berujar, “Aku tidak bawa selimut, takut Ayah dan Ibu melihat. Kalau mereka marah, aku tidak bisa menemuimu lagi.” Gadis itu lalu menyodorkan bungkusan plastik yang semula digenggam. “Tapi aku bawakan roti dan susu untukmu. Kau lapar, kan?”

Yun Hyeong mengangguk samar.

Sembari memilin senyum, Seung Hee dengan telaten membukakan bungkus roti dan memberikannya pada Yun Hyeong. Tampak begitu senang saat Yun Hyeong mulai melahap roti pemberiannya.

Gadis itu suka memperhatikan tindak-tanduk Yun Hyeong, saat lelaki itu makan, saat lelaki itu bicara, saat lelaki itu tersenyum. Semuanya. Ia suka Yun Hyeong. Seung Hee paling suka memandangi dua bola mata Yun Hyeong. Masa bodoh tentang rumor yang kerap didengarnya —orang bilang jika melihat langsung mata Yun Hyeong, nasib sial akan mengikutimu. Seung Hee tidak peduli. Baginya, mata Yun Hyeong adalah karya Tuhan paling indah.

“Minumlah,” Seung Hee berlaku layaknya seorang Ibu, menyodorkan kotak susu pada Yun Hyeong yang sudah selesai makan.

Yun Hyeong sendiri minum seperti orang kesetanan, terlalu lapar dan haus. Seingatnya, ia tidak makan sejak tadi malam. Beruntung Seung Hee yang baik hati diam-diam menyusup ke kamarnya dengan membawa makanan —ralat, ruangan ini tak layak disebut kamar, lebih mirip sel tahanan, tanpa kasur empuk yang hangat dan kecoa yang merangsek minta tinggal bersama.

Hampir tiap hari gadis itu datang menemui Yun Hyeong, meski berulang kali terkena amukan kedua orang tuanya. Dilarang untuk dekat-dekat si anak pembawa sial, tapi Seung Hee bersikap seperti batu. Ia terus mengulangi kesalahannya, membantah perkataan orang tua.

Seung Hee mengulum bibir. Senyum teduhnya seperti oasis bagi Yun Hyeong di tengah gurun berjuluk kesepian. Begitu menentramkan.

“Aku pergi dulu, bisa gawat kalau Ayah dan Ibu tahu aku di sini.”

Baru saja Seung Hee berniat bangkit dari duduknya, tangan Yun Hyeong menggapai ujung pakaian gadis itu. Menahannya untuk tetap tinggal.

“Jangan pergi.”

Seung Hee tidak bisa menolak. Ia sendiri masih ingin bersama Yun Hyeong. Meskipun ia bisa membayangkan hukuman apa yang akan didapat jika kedua orang tuanya memergokinya ada di dalam kamar Yun Hyeong.

Pada akhirnya, Seung Hee memutuskan untuk tinggal. Sebentar saja tak apa, pikirnya. Ia ingin berada di samping lelaki itu sedikit lebih lama.

Gadis itu duduk di samping Yun Hyeong. Berdua, bersandar pada kerasnya dinding bata. Dingin tak begitu terasa jika bersama.

“Aku di sini bersamamu, Yun Hyeong. Jadi jangan khawatir, kau tidak sendiri malam ini.”

Yun Hyeong tersenyum. Senyum pertamanya untuk hari ini. Semua karena Seung Hee. Gadis itu bagai keajaiban yang diberikan Tuhan padanya, dan Yun Hyeong berterimakasih atas hal itu.

Seung Hee membuatnya menyadari satu hal penting dalam hidupnya yang menyedihkan ini. Tak apa jika dunia membencinya, asal gadis itu ada bersamanya, ia yakin semua akan baik-baik saja.

/fin.

Note:

Ehem, ini fanfic iKON dan CLC pertama saya (ketawa dulu), berhubung lagi suka sama dua grup itu jadi saya iseng bikin fanfic ini, dua-duanya bias saya (siapa yang nanya) dan mereka sama-sama 95liner jadi pas aja kalo dijadiin cast berdua hehe. Udah itu aja cuap-cuapnya daripada makin melebar ga tentu arah. Terimakasih sudah membaca! 🙂

Regards,

KARASU

Advertisements

7 Replies to “Be Here”

  1. Aww~ keren banget fiksinya. Ide cerita dan diksi juga bagus. Gak terlalu berat dan ngalir gitu aja. Favorit aku banget lah ^^

    Halo Kak Karasu, aku berterima kasih banget kamu bikin cerita dengan Main Cast Yun-Hee {Yunhyeong-Seunghee}. Aku hardshipper-nya mereka soalnya 🙂 Kita punya pertimbangan yang sama buat jodohin dua orang ini. Lagipula mereka juga cocok kok kalo dipasangin^^ 😀

    Oke, aku nggak bisa banyak omong karena diksi Kakak yang udah bagus banget -menurutku. Aku juga pengennya mau ber-fangirl ria tentang Yun-Hee couple sama kakak. Soalnya aku speechless banget waktu nemu FF Yun-Hee di google. Setengah nggak nyangka ternyata ada juga yang FF yang main cast-nya Yun-Hee selain aku xD. Moga aja setelah iKON debut nanti ada banyak moment Yun-Hee dan couple ini jadi booming di kalangan penulis FF 🙂

    Oh ya, sampe lupa kenalan xD Aku Vris, 00’liner, Kai-Stal & Yun-Hee hard-shipper. Salam kenal ya, Karasu 😀

    Like

    1. halo vris! 🙂

      wah makasih ya sudah baca fanfic ini hehe. iya nih awal lihat seunghee jadi suka sama dia, dan langsung kepikiran “cocok juga ya kalo dipasangin sama yunhyeong buat cast fanfic” dan jadilah fanfic pendek ini. ga nyangka bisa ketemu orang yang suka yunhyeong-seunghee juga, soalnya mereka emang jarang dipasangin di fanfic 😀

      salam kenal ya, vris! ^^

      Like

      1. Hehe~ Iya kak. Sama banget, klop lah sama pemikiranku juga xD
        Oya kak, Ijin re-blog fic ini ya. Nanti masih nyambung ke blog ini kok 😉

        Like

  2. Ini princess lipbalm ya Tir?
    Kedinginan membusuk sama lipbalm. eh salah.
    Ini mengalir banget kesadisan penulisnya ya. Bikin bias tidur ngelesotan di lantai dingin, tidur sama kecoa.
    Terus ada pangeran datang membawa roti sama susu /salah banget ya kepalaku/
    Selalu suka Tir. Kapan-kapan nulis Kimbab dong. Hehehehe

    Love,
    Gal

    Like

    1. wkekekek iya gal ini uri princess yoyo-chan yang imut unyu dan menggelikan itu
      ga tau kenapa bawaannya pengen ngebully yoyo lewat fic waktu itu, ga apalah dia disadisin wong biasanya idup kayak princess wkwk tapi tenang gal itu lipbalmnya ga ikut membusuk, ceritanya udah disimpen aman sama si yoyo (lah)
      aku kalo nulis kimbab bawaannya suka kebayang sama giginya gal T_T trus ntar bisa2 malah bikin fic judulnya “Aku dan Gigi Manisku”
      ntar ya fic kimbabnya, kebetulan kemarin ada ide buat dia tapi belum aku tulis hehehehe
      makasih ya udah mampir kesini (lempar sehun) 😀

      Like

PAY HERE!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s